BREAKING NEWS
 

Eks Presiden Korsel Didakwa Korupsi Rp 2,54 Miliar

Moon Jae-in Terancam Penjara Seumur Hidup

Reporter : MELLANI EKA MAHAYANA
Editor : KARTIKA SARI
Jumat, 25 April 2025 04:05 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Foto Yonhap News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in terjerat kasus korupsi yang melibatkan mantan menantunya, Seo. Moon diduga menerima suap, sebagai imbalan setelah menantunya diangkat menjadi direktur di sebuah maskapai penerbangan.

Dilansir Yonhap News, Jaksa Korsel mengatakan, pada Kamis (24/4/2025), Moon didakwa korupsi karena menerima 217 juta won atau Rp 2,54 miliar. Hal ini terkait kasus memfasilitasi pekerjaan mantan menantunya di sebuah maskapai penerbangan.

Baca juga : Mantan Presiden Korsel Moon Jae-in Didakwa Terima Suap Gara-Gara Menantu

Menurut jaksa, mantan menantu Moon diangkat menjadi direktur pelaksana oleh maskapai penerbangan berbiaya rendah, Thai Eastar Jet, meski tidak memiliki pengalaman atau kualifikasi yang relevan dalam industri penerbangan.

“Menantu (mantan) laki-laki itu sering meninggalkan jabatannya untuk waktu yang lama dan tidak menjalankan tugas,” kata Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP.

Baca juga : Presiden Tegaskan Zakat Merupakan Pemerataan Kesejahteraan

Kejaksaan Distrik Jeonju mendakwa Moon Jae-in tanpa penahanan atas tuduhan melanggar Undang-Undang tentang Hukuman Tambahan untuk Kejahatan Tertentu.

Dilansir KBS World, UndangUndang Hukuman Tambahan untuk Kejahatan Tertentu menyatakan, apabila jumlah suap melebihi 100 juta won, pelaku dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

Baca juga : Dua Anggota TNI AL Penembak Bos Rental Mobil Divonis Penjara Seumur Hidup

Kasus ini memperpanjang episode drama politik di Negeri Ginseng, yang akan menghadapi Pemilu pada 3 Juni 2025, usai Yoon Suk-yeol dicopot dari jabatan Presiden karena memberlakukan darurat militer untuk sementara waktu.

Moon Jae-in pernah berkunjung ke Indonesia pada 9 November 2017. Dalam kunjungan di era Presiden Joko Widodo, kedua negara sepakat meningkatkan status kemitraan menjadi Special Strategic Partnership. Fokus pada investasi, perdagangan dan industri kreatif. Dia melihat Indonesia sebagai mitra strategis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense