BREAKING NEWS
 

Ketegangan Meningkat Pasca Serangan Di Kashmir

India Dan Pakistan Saling Balas Langkah Diplomatik

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 26 April 2025 00:05 WIB
Bawa Jenazah: Warga membawa jenazah korban serangan, Selasa (22/4/2025), di wilayah Kashmir, tepatnya di Pahalgam, kota indah di pegunungan Himalaya yang sering dijuluki sebagai Swiss-nya India. (Foto Dar Yasin/Tangkapan Layar Al-Jazeera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah serangan mematikan di Kashmir yang menewaskan 26 orang, termasuk wisatawan. Kedua negara saling balas dengan menurunkan status hubungan diplomatik.

India menuding Pakistan mendukung gerakan terorisme lintas batas. Namun, Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Baca juga : Jokowi Ancang-ancang Ambil Langkah Hukum Soal Ijazah

Sebagai respons, India menurunkan hubungan diplomatik, menangguhkan perjanjian pembagian air, dan menutup perbatasan darat dengan Pakistan. Pakistan membalas dengan menangguhkan Perjanjian Simla dan mengusir Atase Pertahanan India.

Situasi ini semakin memanas dengan pernyataan keras dari Pakistan bahwa tindakan India terhadap aliran sungai utama akan dianggap sebagai “tindakan perang”.

Baca juga : Usman Hamid: Banyak Negara Sudah Hapus Hukuman Mati

Pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Uni Eropa Ursula Von der Leyen, mengecam serangan tersebut.

Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan teroris tersebut. Dia menegaskan bahwa Indonesia berdiri bersama rakyat dan Pemerintah India dalam menolak segala bentuk terorisme. Dia menekankan, tidak ada jus­tifikasi atas aksi kekerasan terhadap warga sipil.

Baca juga : Jelang Lebaran, Pertamina Pastikan Stok BBM Dan LPG Di Jawa Bagian Tengah Aman

“Saya sangat prihatin dengan serangan teroris yang kejam yang menargetkan warga sipil di Pahalgam, India. Indonesia mengutuk keras tindakan keji ini,” cuit Prabowo dalam akun X @prabowo, Jumat (25/4/2025).

Trump menyatakan bahwa AS berdiri teguh bersama India dalam melawan terorisme. Sedangkan Von der Leyen menyebut insiden itu sebagai “serangan teroris yang keji”.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense