Dark/Light Mode

Kenang Kecelakaan Pesawat Jemaah Haji

KBRI Colombo Gelar Iftar Di Masjid Indonesia Memorial, Maskeliya, Sri Lanka

Kamis, 13 Maret 2025 22:00 WIB
Dubes Dewi Gustina Tobing bersama para pengurus Masjid Indonesia Memorial, Maskeliya, Sri Lanka, 9 Maret 2025. (Foto KBRI Colombo)
Dubes Dewi Gustina Tobing bersama para pengurus Masjid Indonesia Memorial, Maskeliya, Sri Lanka, 9 Maret 2025. (Foto KBRI Colombo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Demi meningkatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Sri Lanka, pada 9 Maret 2025, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Colombo menyelenggarakan acara buka puasa bersama di Masjid Indonesia Memorial, Maskeliya, Sri Lanka.

Lokasi acara tidak jauh dari tempat terjadinya tragedi kecelakaan pesawat Martin Air 138 dari Belanda yang disewa Garuda Indonesia guna mengangkut jemaah haji Indonesia.

Kecelakaan tersebut terjadi pada 4 Desember 1974 ketika pesawat  menabrak gunung di kawasan Seven Virgin Hills, Central Province Sri Lanka, dan menewaskan seluruh penumpang (182 orang) dan 9 awak pesawat.

Baca juga : Pertamina Dinobatkan Perusahaan Terbaik di Indonesia versi Majalah TIME

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Indonesia membangun Monumen di kaki gunung tersebut. Lokasi sebagian besar bagian tubuh para korban ditemukan.

Tempat ini sekaligus merupakan kuburan massal para jemaah mengingat kondisi jenazah tak memungkinkan untuk dibawa pulang ke Indonesia. Beberapa jenazah yang dipulangkan, dikubur dalam perkuburan massal di halaman Masjid Ampel, Surabaya.

Sepanjang sejarah penerbangan haji Indonesia, terjadi dua kecelakaan pesawat di Sri Lanka. Kecelakaan pertama terjadi pada Pesawat Martinair 138 yang berangkat dari embarkasi Surabaya. 

Baca juga : Kecelakaan Pesawat Jeju Air Di Bandara Muan Korsel, 62 Tewas, 2 Selamat

Kecelakaan kedua terjadi pada pesawat Icelandic Loftleider LL001 pada 15 November 1978 sekitar 2 km dari bandara Katunayake, dalam perjalanan menuju Surabaya. Sebanyak 183 dari 262 penumpang meninggal, termasuk kru pesawat.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Sri Lanka merangkap Maladewa, Dewi Gustina Tobing dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan masyarakat di Masjid Indonesia Memorial Maskeliya yang terus membantu KBRI Colombo dalam merawat dan menjaga makam yang sekaligus monumen tersebut.

Dubes Dewi juga mengajak untuk selalu menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan dalam kehidupan beragama serta menjaga kesehatan selama puasa Ramadan.

Baca juga : Lewat Implementasi KMILN, BNI Perluas Layanan Diaspora Indonesia di Belanda

Menurut Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Colombo Yadi Suriahadi, kehadiran Dubes Dewi dalam acara buka puasa yang dihadiri 100 orang tersebut menegaskan pentingnya menghormati dan memberikan penghormatan kepada para korban dari tragedi yang memilukan ini.

"Tindakan solidaritas dan penghormatan seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara tetapi juga merupakan penghormatan yang pantas bagi para korban yang telah wafat dalam menunaikan ibadah Haji," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.