BREAKING NEWS
 

Pertemuan Rusia-Ukraina Tegang, Hanya Sepakati Pertukaran 1.000 Tawanan Perang

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 17 Mei 2025 16:30 WIB
Pertemuan delegasi Rusia dan Ukraina di Istana Dolmabache, Istanbul, Turki, Jumat (16/5/2025). (Foto RT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Delegasi Rusia dan Ukraina mengadakan perundingan di Istanbul, Turki, pada 16 Mei 2025, gagal menghasilkan gencatan senjata. Namun, kedua pihak sepakat melakukan pertukaran 1.000 tawanan perang dalam beberapa hari mendatang.

Pertemuan kedua negara bertetangga merupakan yang pertama dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Dilansir BBC, acara berlangsung selama 90 menit di Istana Dolmabache, Istanbul, tanpa terobosan untuk mengakhiri konflik. Pertemuan berlangsung dalam atmosfer ketegangan.

Delegasi Rusia-Ukraina Bertemu Setelah Tiga Tahun

Tekanan dan dorongan dari Turki dan Amerika Serikat (AS) membuat pihak-pihak yang bertikai untuk datang ke sana. Tidak ada jabat tangan, dan setengah dari delegasi Ukraina mengenakan seragam militer, seperti pengingat bahwa negara mereka sedang diserang.

Ruangan itu dihiasi dengan bendera Ukraina, Turki, dan Rusia, masing-masing dua. Bendera Turki ada di tengah. Di bagian dinding ada latar istana era Ottoman di tepi Bosphorus di Istanbul. Rangkaian bunga besar di letakkan di sisi kiri dan kanan dan tengah meja pertemuan yang berbentuk U. 

Baca juga : Pembangunan KIPP Papua Pegunungan Dimulai, Wamendagri Ribka Serukan Persatuan

Delegasi dari Ukraina dan Rusia bertatap muka untuk melakukan pembicaraan pertama kalinya sejak Maret 2022. Satu bulan setelah operasi militer Moskow ke negara tetangganya.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memberi tahu para delegasi bahwa ada dua jalan yang akan mereka tempuh. Satu jalan menuju perdamaian, dan yang lainnya menuju lebih banyak kematian dan kehancuran.

Gagal Sepakati Gencatan Senjata

Adsense

Rusia mengajukan tuntutan, termasuk agar Ukraina menarik diri dari sebagian besar wilayahnya sendiri, sebagai syarat gencatan senjata. Moskow meminta Ukraina mundur dari oblast atau provinsi Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Sementara Kiev menyebut syarat Rusia adalah sesuatu yang tidak dapat diterima.

Baca juga : Promo PLN Bulan Ini Beri Potongan Hingga 50 Persen, Begini Cara Dan Syaratnya

Meskipun tidak ada keputusan gencatan senjata seperti yang diharapkan, masing-masing pihak setuju mengembalikan 1.000 tawanan perang ke pihak lainnya.

"Ini adalah akhir yang sangat baik untuk hari yang sangat sulit," kata Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Serhiy Kyslytsya.

Jadwal Pertukaran Tawanan

Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov, yang memimpin delegasi mengatakan, pertukaran akan segera dilakukan tapi dia enggan membocorkan tanggalnya.

"Kami tahu tanggalnya tapi belum akan mengumumkannya sekarang," ucapnya sambil menambahkan, langkah selanjutnya adalah pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga : Terima Utusan Khusus Pemerintah Inggris, Eddy Soeparno Beberkan Ketahanan Energi Presiden Prabowo

Kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinsky, ajudan presiden, merasa puas dengan pembicaraan tersebut, dan siap untuk melanjutkan kontak.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitri Peskhov, setelah perundingan berakhir, Putin segera menelepon Presiden Trump, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan PM Polandia Donald Tusk.

Pertemuan di Turki pada Jumat (16/5/2025) berjalan atas desakan Presiden AS Donald Trump agar perang segera berakhir sesuai dengan janji kampanye presiden yang dilancarkannya tahun lalu dalam Pemilu AS.

Selain itu, AS juga mendapat kesepakatan ekonomi berupa hak konsesi pertambangan strategis dari Ukraina serta kewajiban Ukraina membayar kembali bantuan militer yang diberikan.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense