Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diiming-Imingi AS Keringanan Sanksi
Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Saling Serang
Kamis, 27 Maret 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajak Rusia dan Ukraina akur dengan iming-iming keringanan sanksi. Tawaran damai AS itu disambut Rusia dan Ukraina yang berperang sejak 24 Februari 2022. Pada Selasa (24/3/2025), kedua negara tetangga itu menyepakati penghentian serangan di laut dan fasilitas energi.
Kesepakatan itu merupakan upaya damai nyata pertama Rusia-Ukraina pasca Trump dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari lalu. Sesuai janji kampanyenya, Trump ingin mendamaikan Moskow dan Kiev.
Baca juga : Gandeng Aliansi Mahasiswa, Polantas Jakarta Bagikan Takjil
“Kami membuat banyak kemajuan,” ujar Trump kepada wartawan dikutip Reuters, Selasa (25/3/2025).
Gedung Putih pada Selasa (25/3/2025) menegaskan, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina untuk memastikan pelayaran yang aman, menghapus penggunaan kekuatan dan mencegah penggunaan kapal komersial untuk tujuan militer di Laut Hitam.
Baca juga : Lindungi UMKM, Menteri Maman Bakal Bentuk Satgas
Kesepakatan itu dicapai menyusul pembicaraan tingkat teknis terpisah antara delegasi AS dan Ukraina serta antara delegasi AS dan Rusia, yang digelar pada 23 25 Maret di Riyadh, Arab Saudi.
Menurut pernyataan Gedung Putih, AS akan terus memfasilitasi perundingan antara Rusia dan Ukraina guna mencapai resolusi damai, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai di Riyadh.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Eddy Soeparno Buka Rangkaian Bazaar Murah Serentak
AS mencapai kesepakatan terpisah dengan Rusia dan Ukraina dalam mengembangkan langkah-langkah untuk melarang serangan terhadap fasilitas energi milik Rusia dan Ukraina. Pembicaraan AS dengan masing masing negara juga menyepakati upaya untuk mencapai perdamaian yang permanen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya