RM.id Rakyat Merdeka - Nenek di Jepang bernama Kumi Kawauchiyama (72) menjadi korban penipuan. Namun, alih-alih menjauh, dia malah bergabung dengan kelompok penipu tersebut karena merasa diperlakukan dengan baik.
Dilansir South China Morning Post (SCMP) pada 16 Mei 2025, polisi di Kota Fukuoka, Jepang, menangkap Kawauchiyama. Dia diduga membantu kelompok penipu untuk menipu seorang wanita lanjut usia berusia 85 tahun. Mereka mengincar hartanya yang bernilai 12 juta yen (sekitar Rp 1,3 miliar)
Baca juga : Bamsoet: Penegakan Hukum Harus Jadi Pilar Solusi Masalah Multidimensi
Penipu menyamar sebagai polisi dan menyuruh korban mentransfer seluruh asetnya untuk membuktikan dia tidak bersalah. Kawauchiyama mendampingi korban (si nenek berusia 85 tahun) ke bank dan berpura-pura menjadi putrinya.
Meski staf bank curiga dan memanggil polisi, penipuan tetap terjadi. Nenek 85 tahun yang ditipu Kawauchiyama meminta polisi tidak memberi tahu putranya atas kejadian ini.
Baca juga : Kemenkop Dorong KSP Obor Mas Jadi Percontohan Bagi Kopdes Merah Putih
Dia bahkan menyebut Kawauchiyama sebagai anak dari hubungan gelapnya di masa lalu. Si nenek mengaku ingin memberi tunjangan karena merasa bersalah di masa lalu.
Beberapa hari kemudian, polisi menemukan data bahwa Kawauchiyama juga pernah ditipu, sebelum akhirnya dia ditangkap di sebuah hotel.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.