BREAKING NEWS
 

President Club Business Forum

Dorong Danantara Jadi Dana Investasi RI Berstandar Global

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 21 Juni 2025 05:59 WIB
Dalam Forum Bisnis President Club, di Jakarta, Jumat (20/6/2025), sejumlah tokoh lintas sektor menyampaikan dukungan terhadap upaya penguatan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund Indonesia. (Foto RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mematangkan kehadiran Danantara sebagai badan pengelola investasi yang diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional jangka panjang.

Dalam diskusi bertajuk “Prospek Danantara Menuju Sovereign Wealth Fund dengan Standar Global” yang digelar Forum Bisnis President Club, Jumat (20/6/2025), sejumlah tokoh lintas sektor menyampaikan dukungan terhadap upaya penguatan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, itu dihadiri kalangan akademisi, pebisnis, instansi pemerintah, lembaga ekonomi, dan think tank. Direktur Eksekutif President Club, Prof. Chandra Setiawan, menyampaikan bahwa peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo pada Februari lalu merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Danantara bukan semata badan pengelola dana. Dia diarahkan untuk menjadi katalis pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Penguatan SDM

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan bahwa misi utama Danantara adalah membangun kelembagaan investasi yang mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga : FK President University Komit Cetak Dokter Kompeten dan Berdaya Saing Global

“Dengan potensi sumber daya alam seperti nikel dan batu bara, Indonesia harus memastikan SDM-nya siap mengelola kekayaan tersebut secara berkelanjutan,” ujar Pandu.

Dia menjelaskan bahwa Danantara akan melakukan investasi strategis di sektor transisi energi, hilirisasi industri, dan kecerdasan buatan (AI), dengan pendekatan kerja sama global yang memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas nasional.

Belajar Dari Singapura Hingga UEA

Pengamat SWF, U. Saefudin Noer, memaparkan dinamika pengelolaan kekayaan negara di tingkat global. Ia menyebut bahwa negara-negara seperti Singapura, Uni Emirat Arab, dan Norwegia telah menggunakan model SWF untuk meredam gejolak ekonomi dan mengoptimalkan cadangan devisa.

Adsense

“Peran SWF kini bukan hanya sebagai investor pasif, tetapi turut membentuk arah ekonomi nasional,” kata Saefudin.

Dia juga menggarisbawahi pergeseran dari model lama Pemerintah yang mengendalikan sumber daya alam dan kekayaan, beralih pada lembaga yang ada dalam kendali negara atau Government Linked Corporations (GLCs). Bahkan, tak jarang pengelolaan itu diberikan pada sektor swasta yang kredibel.

Diplomasi dan Akuntabilitas

Baca juga : Kemenko Polkam Dorong Penguatan Tata Kelola Informasi Pemerintah Daerah

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, menilai kehadiran Danantara berpotensi meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor internasional. Dia mengingatkan, saat ini kepercayaan investor Singapura sangat tinggi terhadap Indonesia.

Ini bukan saja terbukti dari pernyataan PM Lawrence Wong dan Presiden Tharman Shanmugaratnam namun, Singapura masih menjadi investor terbesar  Indonesia.

Sesuai keterangan Menteri Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, Singapura mencatatkan total investasi sebesar 20,1 milir dolar AS atau Rp 327,75 triliun sepanjang 2024. 

Dubes yang akrab disapa Tommy  juga menyampaikan bahwa diplomasi budaya, seperti pemberian nama bunga anggrek kepada Presiden Prabowo sebagai penghormatan personal dari Pemerintah Singapura, menjadi simbol eratnya hubungan bilateral.

Sejumlah tokoh seperti Prof. Budi Susilo Soepanji, dan diplomat senior Soemadi Brotodiningrat, Bagas Hapsoro, dan Soehardjono Sastromihardjo turut menyampaikan perlunya penyusunan pedoman tanya jawab (FAQ) publik agar Danantara dapat dipahami secara utuh, baik oleh masyarakat luas maupun kalangan diplomasi luar negeri.

Baca juga : Gus Yahya Dorong Perjanjian Hudaibiyah Jadi Model Konsensus Atasi Konflik Global

Sebagai penutup, Pandu menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan Danantara.

“Lembaga ini harus terbuka, dapat diaudit siapa pun, dan dikelola dengan penuh integritas,” pungkasnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense