Dark/Light Mode

Berasal Dari Dividen BUMN

Rosan: Dana Danantara Bukan Dari Uang Rakyat

Senin, 10 Maret 2025 08:32 WIB
CEO Danantara Rosan P Roeslani (Foto: Tangkapan layar Instagram Rosan)
CEO Danantara Rosan P Roeslani (Foto: Tangkapan layar Instagram Rosan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Publik tak perlu khawatir uangnya akan dipakai sebagai sumber dana untuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). CEO Danantara Rosan P Roeslani memastikan, dana yang dikelola berasal dari dividen BUMN, bukan uang dari rakyat.

Hal ini dijelaskan Rosan saat memberi kuliah umum untuk mahasiswa Master Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Jumat (7/3/2025). Rosan menjelaskan, dana yang berasal dari dividen BUMN itu akan dikelola untuk dua hal. Pertama, penguatan BUMN dalam bentuk penyetoran modal. Kedua, untuk investasi.

"Dana yang kita pergunakan untuk investasi adalah dana dari hasil dividen, bukan dana likuiditas perbankan, bukan dana masyarakat yang kita pakai," jelaskan, dalam video kuliah umum tersebut, yang diunggah ke akun Instagram @rosanroeslani, Sabtu (8/3/2025).

Kata Rosan, setiap investasi selalu mengandung risiko. Namun, semua risiko bisa dihitung agar tetap cuan.

Lalu, akan digelontorkan ke mana dana Danantara? Rosan mencontohkan soal hilirisasi nikel. Kata dia, hilirisasi ini dapat meningkatkan nilai ekspor dan penciptaan lapangan kerja. Pada 2016, nilai ekspor nikel hanya 3,3 miliar dolar AS. Setelah dilakukan hilirisasi, nilai ekspor nikel naik 10 kali lipat menjadi 30 miliar dolar AS.

Baca juga : Birokrasi Dan Korupsi Hambat Indonesia Jadi Negara Maju

"Kemudian kita juga lihat di kelapa sawit, kan sudah terjadi. Next, yang mungkin bisa investasi hilirisasi rumput laut," ucap Rosan.

Ia memastikan, dalam prosesnya, Danantara harus mempertimbangkan aspek kehati-hatian dan dampak jangka panjang perekonomian. Hal ini sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Harapannya, dengan investasi di sektor yang tepat dapat mewujudkan dampak terukur dan luas sesuai dengan parameter Danantara, yaitu penciptaan lapangan pekerjaan, mengurangi impor, meningkatkan ekspor, dan tentunya daya saing," urainya.

Untuk keanggotaan, semua BUMN akan masuk ke Danantara pada akhir bulan ini. Seluruh perusahaan pelat merah akan bergabung, tanpa terkecuali. 

Chief Operation Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, saat ini proses pengalihan alias inbreng kepemilikan saham dari Kementerian BUMN tengah dilakukan. Ia optimis, BUMN bakal lebih kuat di bawah pengelolaan Danantara.

Baca juga : Dikunjungi Presiden Dan Wapres, Duka Korban Banjir Terobati

Dividen BUMN, yang sebelumnya harus diserahkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), akan langsung dikelola Danantara untuk ekspansi maupun perbaikan perusahaan.

"Kita dulu punya Rp 320 triliun untung, dividennya umpama Rp 150 triliun, selama ini ke APBN. Sekarang diinvestasikan untuk memperluas lagi kekuatan kita, untuk percepatan pembangunan. Tetapi tentu yang diinvestasikan di sektor-sektor dan parameter yang memberikan hitungan ekonomis untuk Danantara," terang Dony.

Khusus BUMN karya, lanjut Dony, perlu melakukan konsolidasi guna memperbaiki kondisi perusahaan. "Tentu akan lebih mudah dengan Danantara. Kalau dulu kan perusahaan itu satu-satu. Kalau sekarang dengan proses konsolidasi, tentu akan lebih memudahkan untuk kita melakukan proses perbaikan," jelasnya.

Chief Investmen Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pihaknya akan fokus pada proyek-proyek berskala besar yang dapat memberikan keuntungan. Danantara akan memprioritaskan sektor-sektor yang didukung Pemerintah.

"Dengan demikian proyek Danantara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ujar Pandu, dalam keterangan resminya, Minggu (9/3/2025).

Baca juga : Abdul Aziz: Harus Dibicarakan Dulu Dengan DPRD

Ia akan mengarahkan strategi investasi untuk mengelola triliunan rupiah aset negara itu secara terintegrasi dan inovatif. Danantara pun akan sangat hati-hati dalam menjalankan investasi.

"Kami akan berhati-hati, lambat, dan kemungkinan besar akan membosankan. Karena fokus kami adalah mencari keuntungan yang baik. Kami juga akan sangat memerhatikan manajamen risiko dalam kegiatan investasi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.