Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri PKP Optimistis Tanggul Raksasa Jadi Magnet Investasi Baru
Rabu, 19 Maret 2025 15:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian PKP mendukung rencana pembangunan giant sea wall atau tanggul raksaksa.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi ampuh bagi terjadi bencana banjir rob akibat abrasi dan penurunan tanah serta bisa menjadi pintu masuk investasi yang bisa dipertimbangkan oleh investor baik dari dalam dan luar negeri.
"Kami siap mendukung rencana pembangunan giant sea wall guna mengatasi banjir rob akibat abrasi dan penurunan tanah,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada Rapat Koordinasi Penanganan Banjir dan Perlindungan Pesisir di kantor Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Rabu (19/3).
Baca juga : Menteri Maman Optimistis Target KUR Sebesar Rp 300 Triliun Tercapai Di 2025
Menteri dari Gerindra ini menyatakan, Kementerian PKP siap mendukung kebijakan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengambil langkah strategis, sebagaimana amanat Presiden Prabowo bahwa negara harus hadir untuk menjawab setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Lebih lanjut, Menteri PKP juga mengusulkan agar dalam pembangunan giant sea wall memiliki konsep yang utuh sehingga bisa menarik investor baik dari dalam dan luar negeri serta memperhatikan aspek lingkungan, pembiayaan, partisipasi publik serta dasar hukum serta peraturan sekaligus desain yang baik
“Dalam pembangunan giant sea wall tetapi tidak boleh reaksioner, harus memiliki konsep komprehensif, dan pelibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan setiap kebijakan yang akan dilaksanakan,” terangnya.
Baca juga : Menteri PKP Janji Akses Jalan Kapuk Raya Sampai PIK Dibuka Usai Lebaran
Pembangunan giant sewa wall, imbuh Menteri Ara, tentu bisa menjadi pintu masuk investasi yang bisa dipertimbangkan oleh investor baik dari dalam dan luar negeri.
Selain itu, dari aspek lingkungan, Menteri Ara menyatakan juga harus digarisbawahi manfaat bagi negara dan bagi rakyat. Hal itu karena giant sea wall akan dibangun dari ujung ke ujung serta harus diantisipasi relokasi hunian masyarakat.
“Jadi membuat satu desain yang utuh ini mungkin kalau saran saya boleh dari Bappenas, tapi juga harus membuka ruang untuk konsultan-konsultan yang bagus dari kelas-kelas dunia, seperti Belanda atau Dubai sehingga bisa punya perencanaan hal-hal yang baik itu bisa kita ambil dari sana. Belum lagi soal lingkungan, jadi aspeknya cukup banyak ada pembiayaan, lingkungan, tata ruang, kemudian kasih ruang juga partisipasi publik untuk memberikan pemikiran dan gegasannya serta sosialisasi yang baik,”katanya.
Baca juga : Menteri PKP Ajak ITB Untuk Penataan Kawasan Kota Bandung
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, pihaknya baru melakukan pembahasan awal untuk pembangunan giant sea wall. Pihaknya juga akan melakukan integrasi dan pemuktahiran semua studi-studi soal giant sea wall yang sudah ada sebelumnya di Indonesia.
"Pembangunan giant sea wall akan kami kerjakan secara paralel. Misal pesisir utara Jawa tak semua jadi prioritas nomor satu. Ada beberapa yang masih bisa pendekatan lain, ada gray solution dan green solution. Bisa green solution pake mangrove dan sebagainya atau kombinasi beton dan green solution," terangnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya