RM.id Rakyat Merdeka - Media pemerintah Iran melaporkan tewasnya ilmuwan nuklir senior Mohammad Reza Seddighi Saber dalam serangan Israel terbaru di utara Teheran, Selasa (24/6/2025).
Di lain pihak, Israel mengklaim telah menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran terkemuka selama 12 hari perang, dalam serangan besar-besaran yang menargetkan program senjata nuklir, jajaran militer tinggi, dan pangkalan rudal milik negara tersebut.
Senin (23/6/2025), Dewan Hubungan Luar Negeri Israel mengungkap, sedikitnya 10 ilmuwan Iran tewas dalam serangan itu. Termasuk, Fereydoon Abbasi yang merupakan mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan Amir Hossein Feqhi, mantan wakil kepala yang pernah menjadi wakilnya di organisasi tersebut.
Baca juga : Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal
Seddighi Saber termasuk di antara beberapa orang yang dijatuhi sanksi awal tahun ini oleh Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS, terkait hubungan dengan program nuklir Iran.
Menurut catatan Departemen Luar Negeri AS, Seddighi Saber adalah kepala kelompok yang menangani proyek-proyek terkait bahan peledak di SPND: organisasi pertahanan, inovasi, dan penelitian Iran.
Proyek tersebut meliputi penelitian dan pengujian yang berlaku untuk pengembangan alat peledak nuklir.
Baca juga : Indonesia Harus Tekan PBB Stop Perang Israel Vs Iran
Mengutip CNN International edisi Selasa (24/6/2025), Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah membunuh ilmuwan nuklir Iran lainnya, tanpa menyebut nama Seddighi Saber.
"Dalam 24 jam terakhir, IDF telah menyerang target-target utama rezim di jantung Teheran, melenyapkan ratusan anggota Basij — pasukan penindas internal rezim — dan membunuh ilmuwan nuklir senior lainnya," demikian pernyataan kantor Netanyahu.
Serangan Israel terhadap Iran telah menewaskan beberapa komandan Iran, termasuk Mayor Jenderal Mohammad Bagheri yang merupakn perwira militer berpangkat tertinggi Iran, dan Mayor Jenderal Hossein Salami, yang notabene adalah kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), sayap elit militer Iran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.