RM.id Rakyat Merdeka - Jerman mendukung program transisi energi di Indonesia. Senin (30/6/2025), Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan telah menandatangani perjanjian pinjaman berbasis kebijakan senilai 200 juta euro atau sekitar Rp 3,8 triliun untuk mendukung Program Transisi Energi Terjangkau dan Berkelanjutan (ASET: Affordable and Sustainable Energy Transition Program).
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Thomas Graf, menyatakan, penandatanganan perjanjian ini menandai langkah konkret selanjutnya dari komitmen teguh Jerman dalam mendukung Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership/ JETP) bersama Indonesia.
“Hal ini menunjukkan bahwa Jerman memegang teguh janjinya dan mewujudkannya dengan menyediakan pembiayaan untuk transisi energi di Indonesia,” kata Graf.
Baca juga : Dukung Gencatan Senjata Iran-Israel, Indonesia Harus Jadi Pioner Perdamaian
Indonesia telah memulai perjalanan yang menantang untuk beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Transformasi ini, lanjut Graf, sangat penting untuk menjamin ketahanan energi dan mencapai target iklim.
Untuk mendorong investasi dalam energi terbarukan, penyesuaian regulasi diperlukan. Dan di sini, Program ASET berperan untuk mendukung reformasi tersebut.
Program ini berfokus pada dua pilar. Pertama, memperkuat kerangka kebijakan dan peraturan untuk transisi energi bersih. Kedua, meningkatkan tata kelola sektor dan keberlanjutan keuangan.
Baca juga : Indonesia Vs Jepang, Skuad Garuda Siap Terbang
Pencapaian-pencapaian penting yang telah didukung oleh program ini. Antara lain pembentukan satuan tugas transisi energi dan pengembangan regulasi utama.
Tujuannya, untukmeningkatkan energi terbarukan, seperti Peraturan Menteri untuk mendukung integrasi pembangkit listrik tenaga surya atap, penetapan landasan hukum untuk perdagangan karbon berbasis emisi, serta penetapan batas emisi bagi pembangkit listrik.
Perjanjian yang ditandatangani ini merupakan bagian dari pembiayaan yang lebih luas yang dibiayai bersama Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) dan Badan Pembangunan Prancis (Agence Française de Développement).
Baca juga : Indonesia Vs Jepang: Awas, Samurai Biru Ngamuk!
Kemitraan JETP merupakan kesepakatan bersejarah yang ditandatangani pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali, November 2022 antara Indonesia dan International Partners Group (IPG), yang dipimpin Jerman dan Jepang.
JETP bertujuan untuk menggerakkan pendanaan sebesar 20 miliar dolar AS untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.