RM.id Rakyat Merdeka - Kegigihan Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba menekan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui negosiasi panjang, Negeri Paman Sam menyetujui penurunan tarif impor terhadap produk asal Negeri Sakura, dari rencana semula 25 persen menjadi 15 persen.
Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Trump melalui akun Truth Social, Selasa (22/7/2025). Presiden ke-47 AS itu juga mengatakan, Jepang akan menanamkan investasi sebesar 550 miliar dolar AS atau sekitar Rp 8.954 triliun.
Baca juga : Prabowo Sukses Kurangi Tarif Impor AS, Tonggak Penting Diplomasi Ekonomi
“Kami baru saja menyelesaikan kesepakatan besar dengan Jepang, mungkin yang terbesar sepanjang sejarah,” tulis Trump.
Kesepakatan ini akan membuka akses perdagangan AS ke pasar Jepang. Termasuk produk otomotif, truk, beras serta berbagai komoditas pertanian. “Kesepakatan ini akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja di Amerika. Belum pernah ada yang seperti ini,” kata Trump, bangga.
Baca juga : Bamsoet Apresiasi Prabowo Sukses Turunkan Tarif Trump dan Perluas Akses Ekspor ke Eropa
Dengan adanya tarif timbal balik 15 persen, Jepang berhasil menghindari pemberlakuan tarif 25 persen yang sebelumnya direncanakan AS mulai 1 Agustus 2025. Namun, di tengah kabar baik itu, Ishiba justru mengisyaratkan mundur dari jabatannya.
Ishiba akan memenuhi desakan internal Partai Demokrat Liberal (LDP), partai berkuasa yang meminta agar dia lengser. Pengunduran diri itu akan diumumkan akhir Agustus 2025.
Baca juga : Penurunan Tarif Trump Dinilai Bawa Sentimen Positif
Tekanan terhadap Ishiba menguat pasca kekalahan partai koalisi Pemerintah dalam Pemilu Majelis Tinggi yang digelar pada Minggu (20/7/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.