Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Banjir Bandang Di Texas Tewaskan 82 Orang , Trump Jadi Bulan-bulanan
Selasa, 8 Juli 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir bandang yang melanda Texas, Amerika Serikat (AS) pada 4 Juli 2025 menyisakan duka mendalam. Hingga Senin (7/7/2025), korban tewas tercatat mencapai 82 orang, termasuk 28 anak-anak. Sedangkan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Insiden ini membuat Presiden AS Donald Trump disalahkan.
Trump menuai kritik tajam atas kebijakan pemangkasan anggaran dan staf di Badan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) selama masa kepemimpinannya. NWS dinilai gagal memberikan peringatan yang memadai atas ancaman hujan ekstrem dan luapan sungai yang menjadi pemicu bencana. Para pejabat lokal juga menuai kekesalan warga terkait kegagalan evakuasi, khususnya di wilayah Kerr County yang terdampak paling parah.
Baca juga : Korban Tewas Banjir Texas AS Kini 78 Orang, 41 Hilang
Gubernur Texas Greg Abbott pada Minggu (6/7/2025) menyatakan, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 82 orang. Sementara 41 orang belum ditemukan tiga hari setelah banjir melanda.
Abbott menegaskan, aparat akan terus bekerja sepanjang waktu untuk mencari para korban hilang. Dia juga memperingatkan adanya potensi banjir susulan akibat hujan deras yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa (8/7/2025) waktu setempat, dan dapat kembali mengancam keselamatan jiwa.
Baca juga : Banjir Texas Renggut 24 Nyawa, Trump: Ini Mengerikan
Trump mengeluarkan deklarasi bencana besar (Major Disaster Declaration) untuk wilayah Kerr County pada Minggu (6/7/2025), sehari sebelum menyampaikan belasungkawa secara terbuka menjelang keberangkatannya ke New Jersey. Dia juga menyatakan, akan mengunjungi lokasi terdampak pada Jumat (11/7/2025) mendatang, sembari menyampaikan telah berkoordinasi dengan Gubernur Abbott.
“Ini tragedi yang mengerikan. Kami berdoa untuk semua korban dan semoga Tuhan memberkati Texas,” ucap Trump dikutip dari Reuters. Namun dalam kesempatan yang sama, dia menghindari pertanyaan media soal pemangkasan staf NWS dan justru melemparkan tudingan ke pemerintahan sebelumnya.
Baca juga : Bung Karno Dikenang Dunia, Namanya Diabadikan di Jalan-Jalan Protokol
“Itu sebenarnya warisan dari Biden (Presiden Joe Bidenred). Tapi saya juga tidak akan menyalahkan Biden. Ini bencana seratus tahunan,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya