Dark/Light Mode

Penurunan Tarif Trump Dinilai Bawa Sentimen Positif

Kamis, 17 Juli 2025 10:46 WIB
Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto : Rakyat Merdeka)
Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto : Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberhasilan Presiden Prabowo yang berhasil menurunkan tarif ekspor terhadap Indonesia lebih rendah dari perkiraan, yakni sebesar 19 persen mendapat sentimen positif dari pelaku pasar.

Laporan terbaru Trimegah Sekuritas menyebut sejumlah faktor yang menunjukkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“AS menetapkan tarif yang lebih rendah dari perkiraan, memberi dorongan pada ekspor dan sentimen pasar. Bank Indonesia juga akhirnya memangkas suku bunga. Ditambah stabilnya rupiah dan tanda-tanda awal belanja pemerintah yang mulai meningkat sejak Juni, semuanya menjadi landasan kuat,” tulis Trimegah dalam laporan tertanggal 17 Juli 2025.

Baca juga : Turunkan Tarif Impor Jadi 19 Persen, Trump Yang Keras Diluluhkan Prabowo

Trimegah juga mencatat kesiapan peningkatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah pada Agustus sebagai katalis penting yang bisa memperkuat permintaan domestik.

Ditegaskan pula bahwa belanja fiskal mulai menunjukkan pergerakan sejak Juni, menjadi sinyal awal dari dukungan riil pemerintah terhadap ekonomi rakyat.

“Jika momentum ini terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan, bisa jadi inilah dorongan lanjutan yang akhirnya menyalakan api di bawah permintaan domestik,” tulis Trimegah.

Baca juga : Nego Prabowo Bikin Tarif Trump Turun 19 Persen, Analis: Market Respons Positif

Meski investor asing masih bersikap hati-hati saat ini, dengan tercatat arus keluar mendekati Rp1 triliun, Trimegah menilai bahwa investor domestik, baik ritel maupun institusi, kini menjadi tulang punggung pasar saham Indonesia.

Trimegah juga menyampaikan skenario valuasi dan potensi kenaikan IHSG. Dalam skenario realistis, pertumbuhan laba 0–2% bisa membawa indeks ke level 7.750, dengan potensi upside sekitar 10%. Sementara dalam skenario terburuk sekalipun, risiko penurunan dinilai terbatas.

“Dengan valuasi yang masih di bawah -2 deviasi standar (PE 11x), dan imbal hasil dividen yang menyaingi obligasi pemerintah, pasar saham Indonesia tampak murah. Angin makro sudah berembus. Sekarang tinggal satu pertanyaan: apakah laba, dan keyakinan investor, bisa menyusul?” tutup laporan Trimegah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.