Sebelumnya
Sejauh ini, keinginan Trump bertemu Kim Jong-un tidak direspons pihak Korut. Kantor media resmi Korut, KCNA, lebih sibuk membahas latihan militer bersama AS dengan Korsel. Media corong Pemerintah Korut itu menulis, banyaknya latihan bersama antara Seoul dan Washington membuktikan niat AS yang sebenarnya ingin menguasai Semenanjung Korea.
Bahas Ekonomi & Aliansi Militer
Selain isu Korut, kedua pemimpin juga membicarakan kerja sama ekonomi. Trump mengatakan, produk dan kapal buatan Korsel sangat luar biasa. Dia berminat memperluas perdagangan bilateral. Namun, Trump menekan Korsel terkait aliansi militer dan biaya pemeliharaan 28.500 tentara AS di sana. Dia menyinggung kemungkinan kepemilikan AS atas tanah markas militer Kamp Humphreys.
Baca juga : Prabowo & Presiden Korsel Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
Hubungan Washington-Seoul turut diwarnai isu penyelidikan terhadap Gereja Sarang Jeil yang dipimpin pendeta Jun Kwang Hoon, serta kasus hukum mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Trump mengklaim, memiliki informasi intelijen terkait hal tersebut, meski Gedung Putih menolak memberikan detail.
Namun, Lee berusaha menjaga keseimbangan diplomasi antara AS dan China. Dalam perjalanannya ke Washington DC, Lee mengirim delegasi khusus ke Beijing untuk menyerukan normalisasi hubungan dengan China.
Baca juga : Menlu Sugiono Bertemu Menlu AS Di Washington, Tarif Trump Masuk Daftar Obrolan
Lee dijadwalkan mengunjungi galangan kapal Hanwha Group di Philadelphia untuk menyoroti investasi Korsel di AS. Sementara, Trump bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Korsel pada 30 Oktober-1 November mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.