BREAKING NEWS
 

Naik Kapal Dari Tunisia Ke Gaza, Relawan IGPC Terjang Blokade Israel Via Laut

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Minggu, 7 September 2025 22:41 WIB
Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi aaat menggelar acara doa bersama di KBRI Tunis, Jumat (5/9/2025), jelang keberangkatan Relawan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) yang akan membawa bantuan ke Gaza, Palestina. (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Relawan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mengikuti doa bersama di Kedutaan Besar Republik ndonesia (KBRI) di Tunis, Tunisia, menjelang pelayaran ke Jalur Gaza. Acara yang digelar di Wisma KBRI Tunis pada Jumat, 5 September 2025, dihadiri seluruh relawan IGPC yang akan ikut berlayar maupun tidak.

Saat ini terdapat 60 relawan dari Indonesia yang berada di Kota Tunis. Sebanyak 34 orang akan ikut berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) untuk menembus blokade Gaza bersama ribuan relawan lain dari 44 negara.

GSF adalah misi kemanusiaan internasional berupa konvoi kapal (flotilla) yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Dari 34 orang yang akan ikut berlayar menembus blokade Gaza, adalah perwakilan dari berbagai lembaga kemanusiaan, seperti INH, Rumah Zakat, Aqsho Working Grup, tim medis, influencer dan artis serta jurnalis dari berbagai media massa. Termasuk jurnalis Metro TV Iqbal Himawan dan juru kamera Metro TV, Yahdin Syafrial. Kemudian, jurnalis kumparan Rizki Baiquni Pratama, jurnalis Liputan 6 SCTV Harfin Naqsabandy, jurnalis TV One Anton Saputra dan kameramen Hendra Prasetya. Lalu ada jurnalis KompasTV Dwi Nardi.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Tunisia Zuhairi Misrawi mendoakan keselamatan para relawan. Dubes yang akrab disapa Gus Mis ini mengapresiasi keberanian para relawan IGPC. Dia menyebut para relawan sebagai orang-orang yang menjalankan tugas mulia.

Baca juga : UI Minta Maaf Dan Ngaku Khilaf Undang Akademisi Pro Israel Jadi Pembicara

“Apa yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat adalah kesalahan. Karena itu kita tidak boleh diam,” tegas Gus Mis, lewat pernyataan KBRI Tunis.

Dia mengatakan, memperjuangkan kemerdekaan Palestina merupakan cita-cita pendiri bangsa yang tertulis dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Perjuangan untuk Gaza adalah upaya menegakkan kembali keadilan.

“Genosida adalah kejahatan tertinggi dan hukum internasional membenarkan pergerakan kapal-kapal GSF sebagai langkah memperbaiki peradaban manusia,” katanya.

Adsense

“Kawan-kawan adalah pejuang bangsa yang akan dicatat dalam sejarah perjalanan bangsa, sekaligus perjalanan kemanusiaan,” imbuhnya.

Menurut Gus Mis, pihak kedutaan terus memantau pergerakan kapal-kapal yang berangkat dari berbagai negara di Eropa. Ini dilakukan dalam upaya bersama menolak kebijakan luar negeri beberapa negara besar yang mendukung blokade di Gaza.

Baca juga : Rayakan Kemerdekaan, Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Di Situ Gintung

Delegasi GSF telah mendapat pelatihan dengan tema first aid di Kota Tunis, Jumat (5/9/2025). Pembekalan dilanjutkan dengan pelatihan media, serta diskusi untuk persiapan berlayar pada Sabtu (6/9/2025).

Keberangkatan dilakukan pada Minggu (7/9/2025), dengan estimasi waktu 7-8 hari perjalanan dari Tunisia ke Gaza.

Koordinator IGPC Muhammad Husein menjelaskan, IGPC lahir tiga bulan lalu sebagai respons atas genosida di Gaza. Sementara, konvoi diinisiasi Global Movement to Gaza yang menaungi gerakan maritim GSF.

Tujuan gerakan ini menembus blokade Gaza bersama komunitas internasional lainnya. Untuk wilayah Asia Tenggara, gerakan ini dikenal sebagai Sumud Nusantara.

“Alhamdulillah, kita orang Indonesia mendapat kesempatan melakukan gerakan ini dari Tunis, Tunisia, sebuah negara yang membebaskan visa bagi kita. Ini bukan kebetulan,” kata Husein.

Baca juga : Mau Rawat Pengungsi Gaza, Menlu Bantah Lobi Israel

Meski konvoi ini sangat berisiko, para relawan tak gentar mengantarkan bantuan bagi warga Gaza yang berbulan-bulan diblokade zionis Israel.

“Risiko terburuk dalam perjalanan ini tidak akan lebih buruk dari apa yang dialami saudara-saudara kita di Gaza,” pungkasnya.

Dengan doa bersama yang digelar di Wisma KBRI Tunis, harapan besar tertuju pada keberhasilan misi pelayaran ini sebagai bagian dari upaya global membawa perubahan dan keadilan bagi Palestina. Dunia diharapkan melihat momentum kemerdekaan Palestina dan pembebasan Gaza dari penindasan yang telah berlangsung lama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense