RM.id Rakyat Merdeka - Usai pengumuman pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba, Minggu (7/9/2025), satu persatu calon penggantinya bermunculan.
Mantan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menjadi orang pertama yang mengajukan namanya. Dikutip dari Reuters, Senin (8/9/2025), Ishiba akan tetap memegang posisi PM sampai Liberal Democratic Party (LDP) mendapatkan penggantinya.
Pengumuman pengunduran diri Ishiba membuat nilai tukar yen merosot. Melemahnya mata uang yen memberi tantangan tambahan kepada penerus Ishiba.
“LDP menghadapi krisis terburuk sejak mereka dibentuk,” ujar Motegi saat menjawab pertanyaan wartawan, Senin (8/9/2025).
Dia mengajak seluruh pihak bangkit dan bersatu untuk menghadapi tantangan yang diterima Negeri Sakura ini.
Baca juga : Veritas Institut Ajak Generasi Muda Bersatu Dan Jaga Perdamaian
Kepala Sekretaris Kabinet (Seskab) Yoshimasa Hayashi juga diisukan akan mencalonkan diri dalam pemilihan PM. Selain itu, ada juga politisi senior LDP, Sanae Takaichi dan Shinjiro Koizumi.
Hayashi sering dianggap lebih dekat dengan China dibandingkan tokoh-tokoh penting partai lainnya. Namun, dia menepis anggapan itu dan menekankan bahwa dia adalah seseorang yang mengutamakan dialog.
Hayashi menempuh pendidikan di Universitas Harvard dan di masa pemerintahan PM Fumio Kishida menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jepang.
Selain itu, Shinjuro Koizumi, putra mantan PM Junichiro Koizumi juga menjadi salah satu sosok populer saat menjabat sebagai Menteri Pertanian di bawah PM Ishiba. Dia dinilai lihai menjalankan tugasnya mengendalikan lonjakan harga beras.
Bagi Takaichi dan Koizumi, pencalonan mereka mencatatkan sejarah baru. Jika berhasil meraih kursi PM, Takaichi akan menjadi pemimpin perempuan pertama Jepang. Sementara Koizumi, dia bisa menjadi pemimpin termuda di era modern Negeri Matahari Terbit.
Baca juga : Persita Masih Buntu Menang, Jardel Jadi Sorotan Positif
Koizumi adalah salah satu dari tiga kandidat terakhir yang mencalonkan diri dalam pemilihan pimpinan LDP tahun lalu, meskipun akhirnya kalah dari Ishiba.
Sayangnya, keduanya belum mengumumkan pencalonan mereka secara resmi. Namun, nama keduanya berada di posisi kedua dan ketiga dalam pemilihan pemimpin LDP pada September 2024.
Di mata investor, Takaichi sangat dikenal. Dia pernah memegang banyak jabatan penting, termasuk sebagai Menteri Keamanan Ekonomi dan Menteri Urusan Dalam Negeri. Dia menonjol karena menentang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan seruannya untuk meningkatkan belanja guna mendorong ekonomi yang rapuh.
Pencalonan Takaichi yang nasionalis akan diawasi ketat China. Dia dikenal sebagai tokoh konservatif. Dia melakukan ziarah rutin ke Kuil Yasukuni untuk menghormati para pahlawan perang Jepang yang dipandang sebagai simbol militerisme masa lalu.
Kunjungan ini sering memicu ketegangan diplomatik dengan negara-negara tetangga seperti Korea Selatan dan China yang pernah mengalami penjajahan brutal Jepang.
Baca juga : BRI Super League 2025/26 Resmi Diluncurkan, 306 Laga Siap Tayang
Takaichi juga mendukung amandemen Konstitusi Jepang, terutama Pasal 9 yang bersifat pasifis. Dia ingin Jepang memiliki hak penuh atas militer dan pertahanan nasional.
Awal tahun ini, Takaichi juga mengunjungi Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari kedaulatannya. Takaichi menyarankan agar Taiwan, Jepang, dan mitra lainnya dapat membentuk aliansi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.