BREAKING NEWS
 

Teken Pakta Pertahanan Dengan Pakistan

Saudi Isyaratkan AS Tak Lagi Jadi Andalan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 19 September 2025 04:05 WIB
PM Pakistan Shehbaz Sharif (kiri) bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman usai penandatanganan Pakta Pertahanan di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (17/9/2025). (Foto Saudi Pool)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arab Saudi dan Pakistan resmi menandatangani perjanjian pertahanan, Selasa (17/9/2025). Perjanjian ini diteken di tengah meningkatnya kekhawatiran negaranegara Teluk Arab terhadap keandalan Amerika Serikat (AS) sebagai penjamin keamanan utama kawasan.

Kekhawatiran ini semakin diperparah dengan serangan Israel ke Qatar, pekan lalu. Militer zionis menyasar para pemimpin politik Hamas di Doha yang tengah membahas proposal gencatan senjata yang dimediasi Qatar.

Sebelumnya, Qatar juga menjadi sasaran Iran yang menyerang pangkalan militer AS di Al Udeid di Qatar, Senin (23/6/2025). Selain itu, Israel juga melakukan serangan ke Iran pada pertengahan Juni lalu.

Hal ini menambah urgensi bagi negara Teluk untuk memperkuat payung pertahanan dari negara disekitar kawasan.

Seorang pejabat senior Saudi mengatakan, perjanjian ini hasil dari pembahasan panjang antarkedua negara. Bukan reaksi langsung terhadap situasi terkini.

Baca juga : Jasa Raharja Tegaskan Peran Negara Pasca Tragedi Bus Pariwisata Di Bromo

“Ini institusionalisasi dari kerja sama strategis yang telah berlangsung lama. Bukan tanggapan terhadap negara atau kejadian tertentu,” kata pejabat tersebut kepada Reuters, Kamis (18/9/2025).

Penandatanganan pakta pertahanan itu berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, disaksikan Putra Mahkota Saudi Mohammedbin Salman (MBS) dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, Rabu (17/9/2025).

Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, juga hadir dalam momen bersejarah tersebut.Tidak dijelaskan apakah pakta pertahanan baru ini memberikan Saudi kekuatan senjata nuklir.

Adsense

“Kesepakatan ini mencakup semua sarana militer,” ujar sumber tersebut.

Pakistan, negara yang memiliki senjata nuklir, menyatakan bahwa pakta itu menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat pencegahan bersama.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Tegaskan Peran Strategis di Industri Migas Nasional

“Setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap semua negara di kawasan,” bunyi pernyataan resmi kantor PM Pakistan Shehbaz Sharif, Kamis (18/9/2025).

Hal senada disampaikan Kantor Berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA). “Perjanjian ini mencerminan komitmen bersama kedua negara meningkatkan keamanan dan mencapai perdamaian di kawasan. Perjanjian tersebut menyatakan setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap keduanya,” ungkap pernyataan bersama yang dipublikasikan SPA, Rabu (17/9/2025).

Pakta pertahanan ini didasarkan pada kemitraan bersejarah antara kedua negara, serta kerja sama pertahanan yang erat. Pakistan dan Arab Saudi telah menjalin hubungan perdaganga ndan militer yang erat selama beberapa dekade.

Sejak 1967, Pakistan telah melatih lebih dari 8.200 personel angkatan bersenjata Saudi. Kedua belah pihak juga telah mengadakan beberapa latihan militer gabungan.

Lebih lanjut, pejabat senior Saudi mengakui, perlunya menyeimbangkan hubungan dengan Pakistan dan India, yang juga merupakan negara ber kekuatan nuklir.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, PalmCo Salurkan 195 Ton Beras SPHP Di 3 Pulau

“Hubungan kami dengan India lebih kuat dari sebelumnya. Kami akan terus mengembangkan hubungan ini dan berupaya berkontribusi pada perdamaian regional,” ujarnya

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense