BREAKING NEWS
 

Israel Serang Armada Pengangkut Bantuan Untuk Gaza

Kapal Dihadang Ledakan, Relawan Pantang Mundur

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 25 September 2025 05:37 WIB
Salah satu kapal yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza, Palestina. (Foto GSF)

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel meningkatkan serangan terhadap armada bantuan menuju Gaza, yang dikenal sebagai Global Sumud Flotilla (GSF), Rabu (24/9/2025). Armada ini terdiri dari sejumlah kapal kecil yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina ke Gaza.

Rombongan di dalam kapal mengalami serangan dari drone dan pesawat militer Israel dalam perjalanan mendekati pantai Gaza. Mereka dihadang dengan ledakan dan gangguan komunikasi yang parah.

“Beberapa drone, benda tak dikenal dijatuhkan, komunikasi terputus dan ledakan terdengar dari sejumlah kapal,” kata GSF dalam sebuah pernyataannya.

Serangan terjadi pada malam hingga Rabu pagi. Diperkirakan ada 15 drone yang terbang rendah di atas kapal-kapal armada. Drone-drone tersebut menjatuhkan benda-benda tak dikenal yang menyebabkan kerusakan signifikan di 10 kapal.

Aktivis mengatakan, ledakan-ledakan yang terjadi itu sebagai bentuk intimidasi dan operasi psikologis untuk menakuti dan menghentikan misi mereka. Beberapa dari ledakan tersebut diyakini berasal dari perangkat flashbang, yang digunakan untuk membutakan dan mengejutkan target lewat cahaya terang dan suara keras.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi OSES Serahkan Bantuan Jaring Kakap Dukung Perikanan Hijau

Serangan ini melanggar hukum internasional dan Konvensi Jenewa. Bahkan, dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Sehubungan dengan Sidang Umum Perserikatan BangsaBangsa (PBB) ke-80 yang sedang berlangsung, kami menyerukan kepada seluruh negara anggota un tuk memasukkan serangan terhadap armada ini dalam agenda Majelis Umum dan mengadopsi resolusi untuk menanggapi pelanggaran berat ini,” pinta GSF di X.

Anggota Parlemen Eropa berkewarganegaraan Prancis-Palestina Rima Hassan ikut serta dalam armada tersebut. Dia menyampaikan keprihatinannya kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui media sosial.

“Puluhan warga negara Prancis berada di dalam kapal-kapal ini. Serangan ini harus dihentikan,” pinta Rima Hassan di X.

Adsense

Rima Hassan sebelumnya men jadi target Israel. Dia pernah ditahan dan dideportasi oleh Israel pada pengiriman bantuan GSF pada Juni 2025. Kapal yang dia tumpangi bersama aktivis lainnya disita Israel di perairan internasional, saat mencoba masuk ke wilayah Palestina.

Baca juga : CEO Grab Sampaikan Duka Dan Bantuan Untuk Driver Ojol Di Makassar

Rima Hassan juga kerap mendukung boikot produk Israel dan membela hak asasi warga Palestina. Sebab itu, dia dilarang memasuki Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.

Mantan anggota Angkatan Darat AS yang kini menjadi aktivis, Greg Stoker, juga ikut berlayar bersama armada tersebut. Menurutnya, Israel akan terus menyerang Sumud untuk mencoba mengalihkan perhatian dari perang di Gaza.

“Sekarang drama awal serangan armada telah mereda untuk sementara waktu. Harap diingat, ini kemungkinan akan terjadi setiap malam karena Gaza sedang menjalani solusi akhir,” tulis Stoker di X.

Serangan terbaru ini terjadi di wilayah barat daya Pulau Kreta, Yunani. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun dampak penuh dari serangan masih akan dievaluasi saat pemeriksaan dilakukan di siang hari.

Serangan itu juga disertai dengan gangguan sistem komunikasi. Hal ini semakin menyulitkan armada menjalankan misinya.

Baca juga : Ini Proyek Energi Kado Pertamina Untuk Indonesia Capai Ketahanan Energi

Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina Francesca Albanese meminta perhatian dan perlindungan internasional untuk armada bantuan tersebut. Sementara, tokoh-tokoh publik, termasuk aktor Irlandia Liam Cunningham, juga menyuarakan dukungan terhadap misi armada GSF.

Dia mengkritik tindakan Israel, yang disebut sebagai bagian dari rezim yang melakukan genosida.

Meski mengalami intimidasi dan serangan, para aktivis menyatakan tidak akan mundur. Meski menantang bahaya, mereka tetap berkomitmen menyalurkan bantuan ke Gaza dan menembus blokade yang mereka anggap ilegal.

GSF adalah sebuah inisiatif kemanusiaan dan sipil internasional yang diluncurkan pada pertengahan tahun 2025. Gerakan ini sebagai respons terhadap krisis berkepanjangan di Jalur Gaza dan blokade laut yang diberlakukan Israel.

Kata “Sumud”, yang berarti keteguhan dalam bahasa Arab, menjadi simbol utama dari misi ini, yakni untuk menunjukkan solidaritas global terhadap rakyat Palestina. Tentunya dengan menantang blokade Israel yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense