RM.id Rakyat Merdeka - Di saat para pemimpin dunia berkumpul di Mesir untuk membahas kelanjutan proses perdamaian antar Israel dengan Hamas, Palestina justru diguncang konflik antar-klan.
Setidaknya 27 orang tewas akibat kontak senjata kelompok Hamas dengan anggota bersenjata dari klan Dugmush di Gaza City, Minggu (12/10/2025). Hal ini menjadi konflik bersenjata terbesar usai Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata pada 8 Oktober 2025.
Dikutip dari BBC, Senin (13/10/2025), keluarga besar Dughmush, salah satu klan paling terkemuka di Jalur Gaza, Palestina, telah lama tidak akur dengan Hamas. Kelompok bersenjata klan Dugmush dikabarkan kerap bentrok dengan kelompok Hamas di masa lalu.
Baca juga : Puji Negara Yang Bantu Damaikan Israel-Palestina, Trump: Indonesia Fantastis
Saksi mata melaporkan, bentrokan awalnya meletus di lingkungan Tel al-Hawa di selatan Kota Gaza, Sabtu (11/10/2025), setelah pasukan Hamas yang terdiri lebih dari 300 pejuang bergerak menyerbu blok permukiman tempat para pejuang Dughmush bersembunyi.
Pasukan bertopeng Hamas terlibat kontak senjata dengan klan tersebut di dekat rumah sakit yang didirikan Yordania, Minggu (12/10/2025). Seorang pejabat senior di Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengatakan, unit-unit keamanan mereka mengepung klan Dugmush dan terlibat dalam pertempuran sengit.
Sumber medis mengatakan, 19 anggota klan Dughmush dan delapan pejuang Hamas tewas sejak pertempuran dimulai, Sabtu (11/10/2025). Warga menggambarkan kepanikan saat puluhan keluarga melarikan diri dari rumah mereka di saat kontak senjata terjadi.
Baca juga : Israel Tarik Pasukan, Tahanan Dibebaskan
“Kali ini kami tidak melarikan diri dari serangan Israel. Kami melarikan diri dari konflik antar-saudara,” ujar saksi mata, Minggu (12/10/2025).
Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Hamas mengatakan, pasukannya berusaha memulihkan ketertiban
“Setiap aktivitas bersenjata di luar kerangka kegiatan Hamas akan ditindak tegas,” bunyi pernyataan tersebut.
Baca juga : Jasa Raharja Putera Bahas Peran Strategis Surety Bond Dalam Ekonomi Nasional
Kedua belah pihak saling tuding mengenai siapa yang memulai bentrokan. Situasi kacau ini merusak euforia warga Gaza yang akhirnya merasakan ketenangan, usai dicapainya kesepakatan damai.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan perang di Gaza, Palestina, sudah berakhir, Minggu (12/10/2025).
Dikutip dari AFP, Senin (13/10/2025), berdasarkan usulan Trump, setelah Hamas menyerahkan para sandera, Israel akan mulai membebaskan sekitar 2.000 tahanan sebagai imbalannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.