BREAKING NEWS
 

Dubes Teuku Faizasyah Bicara Peran Global South Dalam Agenda SDGs

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 22 Oktober 2025 07:34 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah (kiri) menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional Advancing Sustainable Development in a Multipolar World yang diselenggarakan University of Oslo di Domus Bibliotheca, Norwegia, 16 Oktober 2025. (Foto KBRI Oslo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional bertajuk Advancing Sustainable Development in a Multipolar World yang diselenggarakan University of Oslo (UiO) di Domus Bibliotheca, Karl Johans gate 47, Norwegia, 16 Oktober 2025.

Forum ini mempertemukan para diplomat, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas peran negara-negara Global South (Selatan-Selatan) dalam memperkuat komitmen global terhadap Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (Sustainable Development Goals/SDGs) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan dinamika global menuju tatanan dunia multipolar.

Forum tersebut juga mendorong dialog mengenai isu-isu penting seperti penyeimbangan antara transisi energi hijau dan kemiskinan energi, serta peninjauan kembali bantuan dan pembiayaan internasional guna mendukung pembangunan yang inklusif dan pengentasan kemiskinan di tengah fragmentasi global yang semakin tinggi.

Baca juga : Wamendikdasmen Bicara Persaudaraan Antaragama

 Dubes Faizasyah berpartisipasi sebagai panelis dalam Panel 1 bertema The Rise of the Global South and its Implications for Sustainable Development, bersama duta besar Afrika Selatan, Brazil, dan Mesir. 

Dalam sesi tersebut, Dubes yang menyerahkan surat kepercayaan pada September 2023 ini menyoroti peran konsisten Indonesia dalam menyuarakan kepentingan negara-negara Global South di berbagai forum internasional. 

Adsense

Dia mencontohkan bahwa Indonesia secara aktif mempromosikan kerja sama yang inklusif dan berimbang antara Global South dan Global North.

Baca juga : Dubes Teuku Faizasyah Terima Undangan Peringatan 100 Tahun Kapal Sorlandet

"Pengalaman Indonesia memegang Presidensi G20 pada 2022 menjadi contoh nyata bagaimana Indonesia berperan sebagai bridge builder di tengah ketegangan geopolitik yang dipicu perang Rusia–Ukraina," jelasnya dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Senin (20/10/2025),

Peran tersebut, lanjutnya, didasari prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang memungkinkan Indonesia menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak dan diterima secara luas sebagai mitra dialog yang konstruktif.

Sebelumnya, State Secretary Kementerian Luar Negeri Norwegia Stine Renate Haheim, dalam pidato sambutan, menyoroti menurunnya komitmen bantuan internasional dari sejumlah negara maju. Namun, dia menegaskan bahwa Norwegia tetap menjadi salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan komitmen sebesar 1 persen dari Gross National Income (GNI) untuk bantuan internasional.

Baca juga : Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Global dalam Transisi Energi Mineral Kritis

"Ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan global yang berkeadilan," kata tandasnya.

Sebagai informasi, 2025 ditandai dengan perubahan besar dalam hubungan kekuatan global, meningkatnya ketidakpastian, dan kebangkitan negara-negara Global South (Selatan-Selatan) yang disertai krisis iklim, transformasi teknologi, serta rivalitas geopolitik yang semakin kompleks. 

Dalam konteks ini, muncul pula peluang baru melalui kerja sama Selatan–Selatan, inovasi digital, transisi hijau, dan model pembiayaan pembangunan yang terus berkembang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense