Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Kemarau Panjang
Senayan Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi
Kamis, 6 Agustus 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan meminta Pemerintah segera mengambil langkah antisipatif agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberi informasi buat mitigasi sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih berat.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko mengatakan, informasi dari BMKG kudu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata. "Jangan sampai Pemerintah baru bergerak ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, hasil panen menurun, atau kebakaran hutan dan lahan mulai meluas," katanya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Sebelumnya, BMKG memperingatkan, fenomena El Nino diperkirakan akan bertahan hingga awal kuartal pertama 2027 dengan intensitas yang melampaui kategori kuat. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau, meningkatkan risiko kekeringan, serta memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca juga : Koperasi Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Singgih melanjutkan, penanganan ancaman kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat (Pempus), Pemerintah Daerah (Pemda), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian terkait, TNI-Polri, hingga relawan kebencanaan. "Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi," kata politisi Golkar ini.
Dia mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi dampak kemarau terhadap produksi pangan, sementara Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemda memastikan kelompok rentan memperoleh bantuan apabila terdampak kekeringan berkepanjangan.
Selain itu, Singgih mengingatkan kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta pemantauan kawasan rawan perlu menjadi fokus utama agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Baca juga : Pemerintah Sinergikan MBG, Dashat Dan Genting
Singgih menegaskan, manusia tidak bisa mengendalikan cuaca, tapi bisa mengendalikan kesiapsiagaan. "Dengan mitigasi yang baik, koordinasi yang solid, dan respons cepat, dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin," harap legislator asal Jawa Tengah (Jateng) ini.
Senada, anggota Komisi IV DPR Rina Saadah meminta Pemerintah segera mengambil langkah mitigasi cepat untuk mengatasi ancaman krisis air di sejumlah sentra pertanian. Kegagalan menjaga pasokan air selama musim tanam tidak hanya berisiko memicu gagal panen massal, tetapi juga mengancam stabilitas pangan nasional.
Rina mengingatkan, dampak krisis air bersifat sistemik. Mulai dari pembengkakan biaya produksi, hilangnya sumber penghasilan buruh tani, hingga ancaman lonjakan harga pangan akibat penurunan produktivitas.
Baca juga : Kawal Program Pemerintah, Politisi Gerindra Sidak Sekolah Rakyat Di Daerah
Dia mengaku mendapat laporan dari sejumlah daerah mengenai ancaman krisis air pada musim tanam. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena air merupakan kebutuhan paling mendasar dalam proses budidaya pertanian.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya