BREAKING NEWS
 

Ketemu PM Australia, Diajak Lihat Kapal Perang

Prabowo: Tetangga Baik Akan Saling Bantu

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Kamis, 13 November 2025 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese meninjau Kapal HMAS Canberra di Garden Island Naval Base, Sydney, Australia, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Albanese menilai, kerjasama ini merupakan pengakuan negara bahwa cara terbaik menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan adalah dengan bertindak bersama. “Kesepakatan ini menandai era baru hubungan Australia–Indonesia,” ujar Albanese. 

Albanese menyebut perjanjian tersebut sebagai momentum bersejarah yang memperdalam kemitraan strategis di bidang pertahanan dan keamanan. Langkah ini juga menjadi kelanjutan dari sejumlah perjanjian sebelumnya, termasuk Keating–Suharto Security Agreement yang ditandatangani pada Desember 1995, Perjanjian Lombok pada 13 November 2006 yang menegaskan komitmen terhadap integritas dan kedaulatan wilayah Indonesia, serta Defence Cooperation Agreement yang ditandatangani tahun lalu. 

“Perjanjian ini akan memperkuat mekanisme konsultasi rutin antara para pemimpin dan menteri kedua negara,” lanjut Albanese. 

Baca juga : Move On Dari Kasus Penjarahan, Sahroni Renovasi Rumah

Albanese menekankan bahwa kesepakatan baru ini memperluas dan memperkokoh kerja sama pertahanan yang telah terjalin erat antara kedua negara selama beberapa dekade. “Ini merupakan capaian luar biasa bagi kawasan kita dan bagi rakyat Australia maupun Indonesia,” ujarnya, seraya menyampaikan rencana kunjungan ke Indonesia pada Januari 2026. 

Usai agenda bersama Albanese, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Admiralty House untuk bertemu Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn. 

Kedatangan Prabowo disambut dengan 21 dentuman meriam dan upacara kenegaraan penuh hormat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya kembali dikumandangkan, disusul inspeksi pasukan oleh Presiden RI bersama Mostyn. 

Baca juga : Djoko Setijowarno: Kalau Naik Cuma Rp 5.000, Wajar

Sebelum menutup rangkaian lawatan, Prabowo juga menyempatkan diri bertemu mantan PM Australia Paul Keating. Pertemuan dua tokoh senior itu, berlangsung hangat. Mereka bertukar pandangan soal stabilitas kawasan, geopolitik Indo-Pasifik, dan ekonomi global. 

“Beliau sangat berpengalaman. Pemikirannya jernih dan luas. Saya merasa banyak belajar,” ujar Prabowo. 

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, diskusi dengan Keating mencakup berbagai isu penting mulai dari hubungan internasional, ekonomi global, hingga perkembangan geoekonomi dan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. 

Baca juga : Wibi Andrino: Kenaikan Harus Dibarengi Pelayanan

Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia sebagai negara tetangga strategis yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan kemakmuran kawasan. 

“Kalau kita bekerja sama dengan baik di semua bidang, ini akan membawa manfaat yang sangat besar untuk kedua negara dan untuk kawasan,” pungkasnya. 

Ia menegaskan kembali komitmen Indonesia memperkuat hubungan bilateral dengan negeri Kanguru. “Indonesia dan Australia bertetangga, dan kita punya kepentingan bersama menjaga keamanan dan kemakmuran kawasan,” pungkasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense