BREAKING NEWS
 

Lewat Proyek GRASS Senilai Rp 77 Miliar

Jerman Sukses Bantu Seribu Petani Kalbar

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 19 November 2025 06:11 WIB
Perwakilan BMZ Angelika Stauder (tengah), Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Baginda Siagian (paling kanan) dan Director GIZ untuk Indonesia HansLudwig Bruns di acara bertema “Memperkuat Ketahanan Petani Swadaya Menuju Pertanian Tangguh Iklim”, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyek Greening Agriculture Smallholder Supply Chain (GRASS), kolaborasi Pemerintah Jerman dan Indonesia, akan berakhir pada Desember 2025. Proyek bernilai 4 juta Euro (sekitar Rp 77,7 miliar) ini telah membantu lebih dari 1.000 petani di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk meningkatkan kapasitas pertanian mereka.

Menjelang penutupan proyek, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta menggelar acara bertema “Memperkuat Ketahanan Petani Swadaya Menuju Pertanian Tangguh Iklim” di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Acara ini menjadi momentum penting untuk merayakan pencapaian GRASS.

GRASS mulai berjalan sejak 21 September 2022 dan akan berakhir pada 31 Desember 2025. Komoditas utama yang menjadi fokus proyek meliputi karet alam, kelapa sawit, kopi dan kakao.

Proyek ini didanai Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), serta melibatkan GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit), alias Perusahaan Jerman untuk Kerja Sama Internasional, dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Perwakilan BMZ di Kedubes Jerman Jakarta Angelika Stauder mengatakan, GRASS mengusung pendekatan agroforestri, permakultur, diversifikasi usaha tani dan pemanfaatan teknologi digital. GRASS merupakan lanjutan dari proyek SASCI (Sustainable Agricultural Supply Chain in Indonesia).

“Periode panjang kolaborasi berkesinambungan ini benar-benar mengesankan,” ucapnya.

Baca juga : BSI Sebar Dana Ziswaf Rp 159,2 Miliar Ke 300 Ribu Penerima Manfaat

Proyek ini berhasil meningkatkan pendapatan petani lokal hingga rata-rata 15 persen. Selain itu, GRASS mendorong praktik pertanian tangguh iklim dan memperluas akses pasar.

Stauder mengatakan, GRASS adalah contoh nyata kerja sama berkelanjutan antara Jerman dan Indonesia dalam pertanian berkelanjutan dan perlindungan iklim.

“Jerman sangat menghargai kemitraannya dengan Indonesia dan memandang Indonesia sebagai aktor kunci dalam pencapaian tujuan global terkait iklim dan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Penasihat Teknis Proyek GRASS Stephan Kitzbichler menambahkan, proyek tersebut telah melatih 1.297 petani, termasuk 836 perempuan, dalam praktik pertanian berkelanjutan. Luas area penerapan praktik meningkat hingga 1.385 hektare.

Adsense

Kitzbichler memaparkan, 109 petani, termasuk 19 perempuan, telah mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Sementara, 150 petani, 20 di antaranya perempuan sudah memasuki tahap internal audit.

“Tinggal satu langkah lagi, yaitu external audit sebelum mereka menerima sertifikasi,” jelasnya.

Baca juga : BRI Salurkan BLTS Kesra Tahap I Senilai Rp4,4 Triliun Untuk 4,9 Juta Keluarga

Sertifikasi RSPO merupakan simbol kredibilitas yang membantu petani meningkatkan hasil panen, mendapatkan eksposur ke pasar internasional, meningkatkan penghidupan mereka, dan mengurangi risiko konversi lahan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan Baginda Siagian menyoroti pentingnya peremajaan karet.

Dia berharap, program GIZ berikutnya dapat mendukung upaya tersebut agar produktivitas kebun karet yang telah tua dapat kembali optimal dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Kita kalah dengan Malaysia, Thailand dan lainnya. Kualitas karet kita menjadi tidak kompetitif dibandingkan produk mereka,” ujarnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Ferry Suryanata mengatakan, GRASS memberi manfaat nyata bagi komunitas petani di wilayahnya. Melalui pelatihan, dukungan teknis dan peluang pasar baru, petani menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kehadiran kawan-kawan dari GIZ melalui program GRASS sangat membantu usaha kecil kami sehari-hari, dengan ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” tuturnya.

Baca juga : Menipu Rp 23 Miliar dengan Modus Lelang, Agus Wahyu Divonis 10 Tahun Penjara

Acara penutupan proyek ini sekaligus menjadi awal dari kolaborasi baru melalui program Green Climate Fund (GCF) 2025–2032, yang akan memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kalbar.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense