BREAKING NEWS
 

Jaga Hubungan Baik Dengan Tokyo & Beijing

AS Jaga Dua Kaki, Tidak Pilih China Atau Jepang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 23 Desember 2025 04:05 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam jumpa pers akhir tahun, Jumat (19/12/2025), di Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC. (Foto Tangkapan Layar Deplu AS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) memilih tidak ikut-ikutan panas dalam konflik diplomatik Jepang versus China. Washington menegaskan tetap menjaga hubungan baik dengan Tokyo maupun Beijing, meski ketegangan dua raksasa Asia itu berlanjut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan sikap tersebut dalam jumpa pers akhir tahun, Jumat (19/12/2025). Meski dikenal sebagai tokoh yang keras terhadap China selama kariernya di Senat, Rubio berseloroh kini bersikap “lebih ramah” kepada para pejabat China dalam konteks kerja sama yang perlu dilakukan kedua negara.

Rubio juga mengatakan, hubungan AS dan China menunjukkan sejumlah kemajuan dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan antara Jepang dan China merupakan dinamika lama yang harus dikelola dengan cermat di kawasan.

“Kami dapat mempertahankan kemitraan dan aliansi yang kuat dengan Jepang, sekaligus tetap membuka ruang kerja sama yang produktif dengan China,” ujar Rubio dikutip Kyodo, Senin (22/12/2025).

Pernyataan itu menjadi komentar publik pertama Rubio sejak memanasnya kembali hubungan Jepang dan China bulan lalu. Ketegangan kedua negara macan Asia itu mencuat sejak pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di parlemen pada 7 November lalu, bahwa serangan terhadap Taiwan dapat dikategorikan sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Baca juga : Beijing Berharap AS Bisa Lunakkan Jepang

Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Jepang dapat merespons secara militer bersama AS berdasarkan hak pertahanan kolektif. China pun bereaksi keras, karena menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai pulau tersebut.

China juga memanggil duta besar Jepang, melayangkan protes resmi, hingga menyurati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, Takaichi tetap pada pendiriannya dan menolak mencabut pernyataan tersebut.

Rubio menilai, AS dan China cukup dewasa memahami perlunya kerja sama di sejumlah bidang meski friksi diperkirakan masih akan terus terjadi. “Tugas kami adalah menyeimbangkan kedua hal tersebut,” katanya.

Adsense

ÇcDia menegaskan, AS mampu bekerja sama dengan China tanpa melemahkan komitmen kuat terhadap mitra Indo-Pasifik. Termasuk Jepang, Australia dan Korea Selatan.

CSejak pernyataan Takaichi, China mengambil sejumlah langkah yang dinilai sebagai tekanan terhadap Jepang. Mulai dari imbauan agar warga China tidak berwisata ke Negeri Sakura, pembatalan berbagai kegiatan, hingga pengiriman kapal penjaga pantai ke perairan dekat Kepulauan Senkaku yang dikuasai Tokyo namun diklaim Beijing.

Baca juga : Pram: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua Orang

Hubungan kedua negara kembali memburuk awal Desember lalu, setelah pesawat militer China dilaporkan mengunci radar pada jet tempur Jepang di wilayah udara internasional dekat Okinawa, kawasan yang tak jauh dari Kepulauan Senkaku.

Awal bulan ini, Takaichi dan Presiden China Xi Jinping sama-sama menghubungi Presiden AS Donald Trump. Keduanya berharap dukungan Trump.

Namun, harapan itu kandas. Trump tak memberi dukungan terbuka ke salah satu pihak. Berbeda dengan para pendahulunya, Trump juga jarang membahas isu Taiwan, meski berencana mengunjungi China pada April mendatang.

Pernyataan Rubio sejalan dengan respons Gedung Putih sebelumnya. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pekan lalu menegaskan, Trump memiliki hubungan kerja yang baik dengan Presiden Xi dan meyakini AS dapat menjaga hubungan baik dengan China sembari mempertahankan aliansi kuat dengan Jepang.

Survei Takaichi

Di dalam negeri, posisi Takaichi relatif aman. Survei Kyodo pada 20 Desember 2025 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kabinet masih di atas 50 persen.

Baca juga : Dikabarkan Bakal Jadi Ketua NasDem Kepri, Walikota Batam Senang

 Sebanyak 67,5 persen responden menyadari pernyataan Takaichi telah merenggangkan hubungan Jepang–China. Namun, 57 persen menilai, pernyataan tersebut tidak berbahaya, sementara 37,6 persen menganggap sebaliknya.

Survei terhadap 491 rumah tangga dan 3.040 nomor ponsel itu mencatat tingkat persetujuan kabinet turun tipis 2,4 persen. Sedangkan tingkat ketidaksetujuan naik menjadi 20,4 persen. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense