Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney menegaskan, hubungan manis dengan Amerika Serikat (AS) di sektor ekonomi, keamanan, dan militer telah berakhir. Hal ini disampaikan Carney pada Kamis (27/3/2025), setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif otomotif yang tinggi.
Rencana Trump mengenakan tarif 25 persen atas impor kendaraan ke AS, yang akan berlaku minggu depan, dapat menjadi bencana bagi industri otomotif Kanada yang diperkirakan mendukung sekitar 500 ribu pekerjaan.
Setelah pengumuman Trump, Carney menghentikan sementara kampanyenya menjelang Pemilu Kanada 28 April, untuk kembali ke Ottawa. Menghadiri pertemuan anggota Kabinet yang membahas taktik dalam perang dagang dengan AS.
Carney mengatakan, tarif otomotif Trump tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, tarif tersebut melanggar perjanjian perdagangan kedua negara.
Baca juga : Pengusaha Kapal Keluhkan Pengalihan Truk dari Merak ke Ciwandan
Dia juga mengingatkan warga Kanada, bahwa Trump telah mengubah hubungan Kanada-AS secara permanen. Terlepas dari perjanjian perdagangan apa pun di masa datang, Carney memastikan tidak ada jalan untuk kembali.
"Hubungan lama kita dengan Amerika Serikat yang didasarkan pada pendalaman integrasi ekonomi dan kerja sama keamanan dan militer yang ketat telah berakhir," kata Carney.
Dia memastikan, Kanada akan membalas tarif otomotif tersebut. “Respons kami terhadap tarif terbaru ini adalah melawan, melindungi, dan membangun,” tegas Carney.
"Kami akan melawan tarif AS dengan tindakan perdagangan balasan, yang akan memberikan dampak maksimal di Amerika Serikat dan dampak minimal di Kanada,” imbuhnya.
Baca juga : Infobrand Salurkan Ribuan Manfaat Melalui Program Ramadhan Brand Berbagi
Biasanya, seorang pemimpin baru Kanada menjadikan panggilan telepon dengan presiden AS sebagai prioritas. Tetapi, sejak menggantikan Justin Trudeau pada 14 Maret lalu, Trump dan Carney belum berbicara.
Carney menuturkan, pada 27 Maret 2025, Gedung Putih telah mengontak Kanada untuk menjadwalkan panggilan telepon. Dia berharap dapat berbicara dengan Trump dalam satu atau dua hari ke depan.
Meski bersedia berbicara Trump, Carney memastikan tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi perdagangan substantif dengan Washington, sampai Presiden AS itu menunjukkan rasa hormat kepada Kanada. Terutama, dengan mengakhiri ancaman aneksasinya yang berulang.
"Bagi saya, ada dua syarat, tidak harus untuk panggilan telepon, tetapi negosiasi dengan Amerika Serikat. Pertama, rasa hormat, rasa hormat terhadap kedaulatan kita sebagai sebuah negara. Itu akan sangat berarti," beber Carney.
Baca juga : HUPI Tolak Penangkapan Duterte, Bandingkan Dengan Aksi Netanyahu
"Harus ada diskusi yang komprehensif antara kita berdua, termasuk yang berkaitan dengan ekonomi dan keamanan kedua negara," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya