RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang mencuat dalam beberapa bulan terakhir, hingga berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores oleh pasukan khusus AS, Sabtu (3/1/2026).
Untuk membahas kondisi darurat tersebut, Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan dengan Venezuela di New York, Senin (5/1/2026) pukul 10 pagi waktu setempat.
“Terlepas dari situasi di Venezuela, ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh oleh semua hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata Juru Bicara PBB Stephen Dujjaric dalam keterangannya di situs resmi PBB.
Baca juga : Trump Tangkap Maduro, AS Pimpin Venezuela & Ambil Alih Minyak
"Guterres sangat prihatin karena aturan hukum internasional ternyata belum dihormati," imbuhnya.
Dujarric juga menyampaikan, Guterres meminta semua pihak yang terlibat untuk menggelar dialog inklusif, sesuai hak asasi manusia dan hukum internasional.
Kepala HAM PBB Volker Türk juga menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional. "Perlindungan rakyat Venezuela adalah yang terpenting. Perlu kita pandu," tambahnya.
AS Pimpin Venezuela
Baca juga : Menlu ASEAN Bakal Gelar Pertemuan Khusus Di Malaysia Terkait Thailand-Kamboja
Dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago, Florida pada Sabtu (3/1/2025) pagi, Presiden AS Donald Trump menegaskan, AS akan mengambil alih kepemimpinan di Venezuela sampai ada transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan bijaksana.
Trump juga menginformasikan, perusahaan minyak AS akan memodernisasi dan merenovasi infrastruktur perminyakan Venezuela, yang merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar dunia, untuk menghasilkan uang bagi negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.