RM.id Rakyat Merdeka - Sultan Selangor, Sharafuddin Idris Shah menegaskan, masjid dan surau di wilayahnya tidak boleh terkontaminasi pengaruh politik partisan, dan tidak boleh digunakan sebagai platform kepentingan pribadi atau politik oleh siapa pun. Masjid, kata Sharafuddin, bukanlah arena politik. Bukan juga tempat timbulnya kebencian atau perpecahan di antara umat Islam. Masjid adalah pusat ibadah, dakwah, dan persatuan bagi umat.
“Saya tidak akan mentolerir politisi yang memakai topeng ceramah agama, serta menggunakan masjid dan surau untuk melayani agenda politik masing-masing,” ujar Sharafuddin dalam acara penyampaian surat menyampaikan nazir dan imam masjid yang dihadiri 850 orang di Balairung Seri, Istana Alam Shah, Klang seperti dikutip Bernama , Rabu (28/1/2026).
Sharafuddin juga tak ingin mendengar ada nazir atau pengurus masjid/surau yang terlibat langsung dalam politik partisan. “Jangan ada pengurus masjid yang merangkap jabatan politik. Ini bisa mengganggu keharmonisan jamaah,” tegasnya.
Imam Masjid Adalah Amanah Suci
Baca juga : Hadapi Persis Solo, Bojan Hodak Ingatkan Persib Tak Boleh Lengah
Sharafuddin menekankan, jabatan nazir dan imam masjid bukanlah jabatan politik yang diperebutkan untuk keuntungan pribadi. Jabatan tersebut adalah amanah suci yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
Blak-blakan, Sharafuddin mengaku tak mau menerima keluhan tentang persaingan memperebutkan posisi dalam pengelolaan masjid dan surau. Menurutnya, pertengkaran semacam itu hanya akan menimbulkan ketidakpuasan, permusuhan, dan perpecahan di antara umat Islam.
“Saya tidak ingin orang Melayu terpecah belah, karena arena keserakahan akan jabatan dan kekuasaan pada akhirnya akan merugikan komunitas Melayu itu sendiri,” katanya.
Baca juga : Wamenpora Tegaskan Penguatan Pembinaan Atlet Disabilitas
Terkait pengelolaan keuangan, Sharafuddin mengingatkan, dana masjid dan surau harus dikelola dengan penuh amanah, transparansi, dan integritas. S esuai peraturan Dinas Agama Islam Selangor (JAIS) dan Majelis Agama Islam Selangor (MAIS).
Sharafuddin juga mengirimkan agar laporan keuangan diserahkan setiap empat bulan sekali, untuk memastikan tata kelola masjid/surau yang baik dan menjaga kepercayaan masyarakat. Dia tidak akan mengadopsi segala bentuk dana masjid dan surau, karena dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat dan milik umat Islam.
“Saya tidak ingin Islam dipandang negatif oleh pengikut agama lain. Sudah cukup. Kesucian Islam tidak boleh terus dinodai oleh kasus-kasus penyelewengan yang melibatkan Muslim Melayu. Apalagi, b eberapa di antaranya bahkan telah dibawa ke pemerintah karena korupsi, menutupi dana, dan memblokir kekuasaan,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.