Dark/Light Mode

Puti Guntur Soekarno: Masyarakat Jepang Telah Menjalankan Nilai Pancasila

Jumat, 16 Januari 2026 11:55 WIB
Foto: Fraksi PDIP DPR.
Foto: Fraksi PDIP DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan bilateral antar negara merupakan kerja diplomatik yang harus dilakukan terus-menerus setiap eksponen bangsa. Terlebih, bagi lembaga negara seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

DPR sebagai lembaga negara sekaligus representasi politik di Indonesia perlu sekali melakukan komunikasi politik dengan pihak negara lain, misalnya untuk mempererat hubungan diplomatik dan menjajaki potensi kerja sama, termasuk negara Jepang.

Oleh sebab itu, anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno Putri melakukan kunjungan kerja ke kediaman kedutaan besar Jepang yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Megawati Soekarno Putri.

Acara ini sekaligus dalam rangka menerima Penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada periode 2025 sebagai apresiasi terhadap prestasi ketika memimpin Ketua Grup Kerjasama Bilateral DPR dengan parlemen Jepang.

“Perlu saya sampaikan disini, bahwa hubungan saya dengan Jepang sudah terjalin sejak tahun 2015. Saat itu, Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno. Singkat cerita pembicaraan terus berlanjut, hingga akhirnya saya meng-inisiasi Soekarno Research Centre hadir di Jepang,” ujar Puti dalam paparannya di hadapan Kedutaan Besar Jepang.

Pada kesempatan itu, lanjutnya, saya diberikan kesempatan untuk memberikan ceramah dalam rangka menggaungkan pemikiran Ir. Soekarno dengan judul “Pancasila Bintang Penuntun“ dan “Pancasila Menuju Tata Dunia Baru“.

Baca juga : RI Kini Jadi Rujukan, Jepang Pelajari Program Makan Bergizi Gratis

“Pemikiran Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, tentang kekuatan Pancasila sebagai alternatif solusi untuk dunia, bahwa kemajuan global harus berakar pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan. Saya percaya, implementasi Pancasila harus sesuai perkembangan zaman agar menjadi arus menuju tata dunia baru. Ini saya angkat, untuk menjawab pertanyaan bagaimana Indonesia yang heterogen bisa bersatu dan berkontribusi bagi perdamaian global. Jawabannya ada di Pancasila,” terang cucu Presiden pertama tersebut.

Sebab sejarah telah mencatat, pengalaman itu telah membuka ruang dialog yang sangat berharga bagi Indonesia - Jepang. Kita tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup, bagaimana kita dapat menyumbangkan kebaikan, meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna.

“Dalam tataran praksis, saya kira masyarakat Jepang, langsung atau tidak, telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, pernghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif. Dan saya lebih hormat lagi sebab nilai-nilai luhur itu tidak diajarkan secara abstrak, melainkan nyata dalam praktek hidup keseharian masyarakatnya,” ungkapnya.

Menurut Puti, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekedar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir dan memberi arah terhadap kehidupan bersama.

Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas “semua untuk semua”, bukan “yang kuat untuk yang kuat”.

Oleh sebab itu, komitmen terhadap nilai kerja sama masyarakat Indonesia dan Jepang juga dijalankan melalui peran Puti sebagai Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI periode 2019-2024, khususnya dalam hubungan dengan Parlemen Jepang.

Baca juga : Libur Nataru, Trafik Data Telkomsel Melonjak 12,4 Persen

"Melalui forum ini, kami berupaya memperkuat hubungan diplomasi Indonesia–Jepang yang bercorak people-to-people diplomacy—diplomasi yang berangkat dari perjumpaan manusia, bukan semata kepentingan negara,” tuturnya.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan ini, nilai lain masyarakat Jepang yang juga saya kagumi, berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran panutan saya Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, yang secara konsisten meng-arus-utamakan pentingnya merawat Ibu Pertiwi (Bumi)—menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab generasi terhadap generasi mendatang.

Dalam konteks itulah, sambung Puti, bersama para kolega di Jepang, termasuk saat pertemuan saya dengan kaisar Jepang, menyampaikan pentingnya transfer of knowledge, khususnya dalam penguatan riset dan kebijakan publik di bidang mitigasi bencana.

Indonesia dan Jepang sama-sama negara kepulauan yang memiliki banyak kesamaan geografis antara lain potensi sumber daya kelautan hingga sama-sama berada di jalur bencana (ring of fire).

Pengalaman, teknologi, dan kebijakan Jepang dalam menghadapi bencana serta mengelola sumber daya kelautan merupakan pengetahuan berharga yang dapat disinergikan dengan kearifan lokal dan kapasitas Indonesia.

Baca juga : Polemik Sistem Pilkada, Golkar: Pilkada Tak Langsung Wujud Demokrasi Pancasila

"Itu semua tak lepas dari pemikiran geopolitik Bung Karno menempatkan kerja sama ekonomi bukan sebagai alat dominasi, melainkan sebagai sarana kesetaraan antar bangsa. Di sinilah saya melihat keunggulan Jepang, berkaitan dengan penguasaan risetdan teknologi, serta industri, tanpa meninggalkan ke-arifan lokal yang dipercaya turun-temurun. Nilai lain masyarakat Jepang yang juga saya kagumi, berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam," terangnya.

Kunjungan kerja ini selain menerima penghargaan juga dalam rangka mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang.

Selain dihadiri keluarga besar Kedutaan Besar Jepang juga dihadiri Megawati Soekarno Putri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, mantan Dubes Jepang Heri Ahmadi dan sejumlah tokoh lain.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.