BREAKING NEWS
 

Hadiri Rapat Perdana BoP

UE Kirim Utusan Dukung Pemulihan Kondisi Gaza

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 18 Februari 2026 06:10 WIB
Pria Palestina Ismail Al-Khlout membaca Al Quran sambil menunggu waktu berbuka puasa di reruntuhan rumahnya, yang hancur akibat serangan militer Israel saat konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, selama bulan suci Ramadan, di Beit Lahia, Jalur Gaza Utara, 13 Maret 2024. Foto: REUTERS/MAHMOUD ISSA

RM.id  Rakyat Merdeka - Uni Eropa (UE) tidak bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Meski demikian, UE tetap mengirimkan utusan untuk menghadiri rapat perdana dewan tersebut di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026).

Komisioner UE untuk kawasan Mediterania Dubravka Suica dijadwalkan hadir dalam pertemuan itu. Kehadirannya untuk memastikan BoP tetap menjalankan mandat awal, yakni membantu pemulihan kondisi di Jalur Gaza pasca invasi Israel.

Juru Bicara Komisi Eropa Guillaume Mercier menegaskan, UE tidak akan menjadi anggota resmi Dewan Perdamaian.

Baca juga : Paula Verhoeven, Susah Ketemu Anak

“Kami hanya ingin memastikan badan tersebut tidak melenceng dari tugas utama,” ujar Suica, dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, partisipasi pejabat UE merupakan bagian dari komitmen jangka panjang blok tersebut dalam mendukung implementasi gencatan senjata Gaza, serta rekonstruksi dan pemulihan pascaperang.

Khawatir Soal Mandat

BoP diketuai langsung oleh Trump. Awalnya, dewan ini dirancang untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza setelah perang antara Israel dan Hamas. Namun, dalam perkembangannya mandat BoP meluas menjadi penyelesaian berbagai konflik internasional.

Baca juga : Ijtihad Hakim

Perluasan cakupan ini memicu kekhawatiran sejumlah negara anggota UE, yang menilai dewan tersebut berpotensi tumpang tindih dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adsense

Juru Bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni menyatakan, masih ada sejumlah pertanyaan terkait Dewan Perdamaian.

“Pertama, mengenai ruang lingkupnya. Kedua, mengenai tata kelolanya dan ketiga, kesesuaiannya dengan Piagam PBB,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense