RM.id Rakyat Merdeka - Menjaga perdamaian di tengah situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja adalah hal yang paling utama.
Hal itu ditegaskan Wakil Perdana Menteri (PM) Australia Richard Marles saat berpidato di acara buka puasa bersama (bukber) di Kediaman Duta Besar Australia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Marles berada di Jakarta untuk menindaklanjuti Treaty on Common Security atau Traktat Keamanan Bersama yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese, saat keduanya bertemu di Jakarta pada 6 Februari lalu.
Traktat ini memperkuat kemitraan strategis yang mencakup peningkatan pertahanan, konsultasi keamanan berkala, investasi mineral kritis, serta ke¬tahanan pangan dan kerja sama pendidikan.
Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Traktat Keamanan Bersama ini merupakan inti kemitraan baru yang membawa hubungan kedua negara ke titik tertinggi, memperkuat Treaty of Lombok 2006.
“Sangat bangga bisa terlibat langsung dan menjadi saksi peningkatan hubungan bilateral,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Australia ini.
Baca juga : Nuzulul Quran, Neng Eem Tekankan Pentingnya Merawat Persatuan Bangsa
Marles juga mengaku senang bisa bertemu para pejabat Pemerintah Indonesia dalam acara bukber.
“Momen Ramadan kali ini adalah waktunya kita merenung dan bersyukur. Karena ada saudara kita yang kurang beruntung di belahan bumi sana,” katanya.
Menurutnya, Islam adalah agama yang selalu menekankan dan mempromosikan perdamaian dalam ajarannya.
“Perdamaian adalah sesuatu yang sangat diperlukan dunia sekarang. Islam selalu memprioritaskan perdamaian,” imbuhnya.
Marles menekankan, Ramadan kali ini menjadi sarana bagi semua orang, bukan hanya Muslim, untuk memaknai perdamaian dan mempraktikkannya dalam segala segi kehidupan.
“Saya merasa beruntung bisa ikut dalam acara berbuka di antara teman-teman yang juga memprioritaskan perdamaian. Saya bangga dengan Anda semua,” ucapnya.
Baca juga : Hadiri Bukber BMI, Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Kaderisasi
Acara itu juga dihadiri pejabat Pemerintah Indonesia. Di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu’ti, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid dan Peneliti Pusat Riset Politik BRIN Dewi Fortuna Anwar.
Hadir juga mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, diplomat senior yang juga mantan Dubes Indonesia di Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Hamzah Thayeb. Dubes Australia untuk Indonesia Roderick Brazier, tampak sibuk menyapa dan menyambut para tamu yang hadir di acara bukber.
Kunjungi Menhan
Marles juga melakukan kunjungan ke kantor Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (12/3/2026).
Marles datang ke kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) sekitar pukul 09.00 pagi. Setelah melakukan pertemuan kurang sekitar satu jam, Menhan Sjafrie mengungkapkan, ini pertemuan bilateral development antara Kemhan dengan Kementerian Pertahanan Australia.
Sjafrie dan Marles menggelar pertemuan empat mata yang membahas pengelolaan kebijakan nasional di bidang pertahanan dalam negeri, khususnya terkait stabilitas nasional.
Sementara pada sesi berikutnya, kedua Menhan ini fokus membahas tentang perkembangan situasi global yang dinilai turut berpengaruh terhadap Indonesia. Termasuk persiapan terkait keterlibatan dalam International Stabilization Force (ISF).
Baca juga : Zaki Iskandar Tekankan Peran Kader dalam Pembangunan Jakarta
“Saya berkomunikasi dengan beliau yang berhubungan dengan bilateral cooperation,” ujar Sjafrie.
Menurutnya, hubungan trilateral tersebut juga berkembang lebih luas dengan melibatkan negara lain, seperti Australia dan Jepang.
Lebih lanjut, Sjafrie mengatakan, dia dan Marles juga membicarakan kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan militer di wilayah Morotai, Mauku Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menyinggung percepatan implementasi kerja sama pertahanan yang sebelumnya ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese pada Februari lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.