BREAKING NEWS
 

Indonesian Day AFF Roma 2026, Sinema Tanah Air Jadi Sorotan Dunia

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 20 April 2026 10:35 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Italia Junimart Girsang pada acara Indonesian Day dalam rangkaian Asian Film Festival (AFF) ke-23 yang berlangsung di Cinema Farnese, Roma, Italia, Rabu (15/4/2026). (Foto KBRI Roma)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sorotan lampu memenuhi layar Cinema Farnese di Roma saat Indonesian Day resmi dibuka dalam rangkaian Asian Film Festival (AFF) ke-23 pada 7–15 April 2026.

Di tengah deretan film Asia yang diputar, karya-karya sineas Indonesia hadir membawa cerita, warna, dan identitas yang ingin diperkenalkan lebih dekat kepada publik Italia.

Kehadiran Indonesian Day bukan sekadar agenda pemutaran film. Bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, ini adalah cara memperkenalkan wajah sinema Indonesia yang terus berkembang.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Italia Junimart Girsang mengatakan, film Indonesia kini semakin diperhitungkan di panggung internasional. Kemajuan tersebut didukung oleh lahirnya sineas muda berbakat serta kolaborasi global yang terus berkembang.

Baca juga : Perayaan Paskah Raya PWGSU 2026, Perkuat Persatuan dan Nilai Sosial

“Kami berharap film-film ini dapat menginspirasi dan mempererat pemahaman publik Italia tentang Indonesia. Apresiasi kami sampaikan kepada panitia AFF atas dukungan berkelanjutannya dalam mewujudkan Indonesian Day,” ujarnya.

Festival yang digagas Asosiasi Cineforum Robert Bresson sejak 2003 ini memang dikenal sebagai ruang pertemuan sinema Asia.

Adsense

Tahun ini, sebanyak 45 film dari 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara diputar. Acara ini menghadirkan ragam perspektif budaya dalam satu layar.

Pada kesempatan itu, Indonesia menempatkan empat film yang merepresentasikan keberagaman gaya dan cerita. Film-film yang dibawa dari tanah air ada Midnight in Bali karya Razka Robby Ertanto yang membawa nuansa lokal, Rangga dan Cinta garapan Riri Riza yang menyentuh sisi emosional, hingga dua karya Garin Nugroho: Whisper in the Dabbas dan Siapa Dia.

Baca juga : Gelaran Kemala Run 2026, Panitia Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Gianyar Bali

Dari keempatnya, Siapa Dia mencuri perhatian dan keluar sebagai peraih penghargaan Most Original Film.

Bagi dewan juri, film tersebut bukan sekadar tontonan. Siapa Dia dinilai melampaui batas genre. Film musikal itu menceritakan tentang tiga generasi sekaligus menjadi puisi visual dan esai politik.

Kisah tentang Layar, bintang film yang dilanda kejenuhan, dikemas melalui pendekatan sinematik yang teatrikal, dengan pencahayaan kuat, gambar dramatis, dan koreografi yang menyatu dengan cerita.

Prestasi ini menambah daftar keberhasilan Indonesia di AFF. Dalam dua tahun terakhir, film Indonesia konsisten membawa pulang penghargaan, mulai dari Women from Rote Island pada 2024 hingga Tale of the Land dan penghargaan aktris terbaik untuk Laura Basuki pada 2025.

Baca juga : Ini 4 Alasan DRT Show 2026 di ICE BSD Jadi Surga Pecinta Dunia Bawah Laut

"Tren ini menunjukkan bahwa sinema Indonesia tidak hanya produktif, tetapi juga semakin berani mengeksplorasi bentuk dan narasi," kata Dubes Junimar.

"KBRI Roma berharap langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di industri kreatif antara Indonesia dan Italia," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense