RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN-Rusia di bidang ketahanan energi dan pangan. Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, Kamis (18/6/2026).
Rantai pasok, serta krisis pangan dan energi tidak lagi menjadi persoalan satu negara atau satu kawasan semata.
“Ketahanan kita diperkuat oleh kualitas kemitraan yang kita bangun. Karena itu, hak untuk menentukan sendiri mitra kerja sama merupakan hal yang sangat penting,” ujar Sugiono.
Indonesia memandang penguatan kerja sama ASEAN-Rusia menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Baca juga : Dinas SDA Pantau Titik Banjir Secara Real-time
Di sektor energi, Rusia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Indonesia yang tengah mempercepat pengembangan energi terbarukan dan mendorong swasembada energi, melihat peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia.
“Kami menginginkan kerja sama yang mampu mendiversifikasi sumber energi, memperkuat rantai pasok, serta melindungi kawasan dari guncangan eksternal,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.
Indonesia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan. Sebagai salah satu produsen utama gandum dan pupuk dunia, Rusia dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan bagi negara-negara ASEAN.
“ASEAN dan Rusia harus bekerja sama untuk memastikan pasokan yang stabil dan dapat diprediksi. Akses terhadap pangan yang terjangkau dan bergizi harus dapat dijangkau oleh setiap keluarga,” tegasnya.
Baca juga : Jerman Vs Pantai Gading, Laga Taktis Layak Permainan Catur
Selain energi dan pangan, Indonesia mendorong peningkatan integrasi ekonomi antara ASEAN dan kawasan Eurasia melalui penguatan konektivitas, perdagangan, serta investasi. Namun, menurut Sugiono, kerja sama ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga perdamaian dunia.
Dalam kesempatan itu, Putin menegaskan bahwa hubungan Rusia dan ASEAN merupakan kemitraan strategis yang semakin penting di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, kerja sama kedua pihak berkontribusi terhadap pembentukan tatanan dunia yang lebih seimbang atau multipolar world order. “ASEAN telah menjadi aktor politik dan ekonomi utama dalam sistem internasional,” ujar Putin.
KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia menghasilkan sejumlah dokumen penting. Antara lain Deklarasi Kazan, Pernyataan Bersama tentang Energi, Pernyataan Bersama tentang Kebudayaan, serta Rencana Aksi ASEAN-Rusia untuk lima tahun ke depan.
Baca juga : Amanda Manopo, Bersyukur Mertua Bantu Urus Bayi
Sehari sebelumnya, Sugiono tiba di Kazan dan disambut langsung Wakil PM Tatarstan Vasil Shaykhraziev.
Penyambutan berlangsung hangat dengan prosesi tradisi roti dan garam, simbol penghormatan kepada tamu negara dalam budaya Rusia dan Tatarstan, yang menandai dimulainya rangkaian agenda diplomasi Indonesia di kota tersebut. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 20 Juni 2026 dengan judul "Menlu Sugiono Pidato Di Depan Putin RI Suarakan Ketahanan Pangan Dan Energi Dunia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.