BREAKING NEWS
 

Perkuat UMKM Dan Investasi

Dubes Adam Tugio Siap Wujudkan Prabowonomics Di Vietnam

Reporter : MUHAMAD FIKY
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 29 Juli 2026 06:58 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Adam Mulawarman Tugio. (Foto Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejarah persahabatan Presiden pertama Indonesia Soekarno dengan Presiden Vietnam Ho Chi Minh menjadi fondasi kuat hubungan Indonesia-Vietnam. Semangat tersebut kini terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan bilateral, pengembangan pasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta mendorong investasi.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Vietnam Adam Mulawarman Tugio kepada Rakyat Merdeka, Minggu (26/7/2026). Menurut Adam, kedekatan historis kedua negara merupakan modal besar untuk membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Karena itu, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama guna membuka peluang pasar baru bagi produk Indonesia.

Tak hanya memperkuat UMKM dan perdagangan, Duta Besar RI untuk Pakistan periode 2020–2023 itu juga menjajaki kerja sama di sektor teknologi. Mulai dari industri drone hingga pengembangan baterai sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Prabowonomics yang menempatkan diplomasi ekonomi sebagai motor penggerak pertumbuhan nasional.

"Presiden Prabowo memberikan arahan kepada seluruh duta besar agar menjadikan diplomasi ekonomi sebagai prioritas utama. Karena itu, kami terus mencari peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Vietnam, khususnya di sektor UMKM, industri, perdagangan dan investasi," ujar Adam, yang baru tujuh bulan bertugas di Vietnam.

Baca juga : Perawatan IPA Hutan Kota, PAM Jaya Siapkan Mobil Tangki & Kompensasi Pelanggan

Adam menjelaskan, Indonesia memiliki keunggulan sebagai pemasok bahan baku seperti rotan dan furnitur. Sementara Vietnam unggul di sektor manufaktur serta memiliki jaringan Free Trade Agreement (FTA) yang luas.

"Ini peluang yang harus dimanfaatkan bersama," katanya

Menurutnya, bahan baku dari Indonesia dapat diolah di Vietnam sebelum dipasarkan ke berbagai negara sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

Adsense

Untuk meningkatkan daya saing UMKM, Adam juga mendorong bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ikut berperan sebagai kurator produk UMKM sebelum memasuki pasar ekspor.

"Produk yang diekspor harus benar-benar berkualitas sehingga tidak hanya berhasil pada pengiriman pertama, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan pasar internasional dalam jangka panjang," ujarnya.

Baca juga : Indonesia Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB, Prabowo: Kita Diakui Dunia!

Selain memperkuat perdagangan, Indonesia juga mendorong pertukaran tenaga ahli, transfer pengetahuan, serta kolaborasi antarpelaku usaha. Kerja sama sister city Jakarta-Hanoi dinilai menjadi peluang strategis untuk mempererat kemitraan ekonomi kedua negara.

Pengembangan Industri Drone

Adam mengungkapkan, Indonesia dan Vietnam juga menjajaki kerja sama pengembangan industri drone. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk pemetaan lahan, pengumpulan data, hingga mendukung berbagai aktivitas ekonomi.

"Kami sedang memfasilitasi kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Vietnam untuk memproduksi drone bersama," ujarnya.

Indonesia juga mendorong masuknya investasi Vietnam di industri baterai drone sebagai bagian dari program hilirisasi nasional.

"Mudah-mudahan tahun ini sudah ada perkembangan yang signifikan. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi baterai drone bisa masuk ke Indonesia," katanya.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, Kemenperin Perbanyak Asesor Kompetensi

Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dari tahun 2023 hingga 2025 itu optimistis hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Vietnam akan terus meningkat. Ia menegaskan, kedekatan historis Soekarno dan Ho Chi Minh menjadi modal penting untuk membawa hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi.

"Kami juga akan terus memperkuat promosi Indonesia agar semakin dikenal masyarakat Vietnam," tandasnya

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Adam Tugio sebagai Duta Besar RI untuk Vietnam menggantikan Denny Abdi yang dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri. Adam diharapkan mampu memperkuat hubungan strategis perdagangan Indonesia dan Vietnam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense