Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Perkuat SDM Industri, Kemenperin Perbanyak Asesor Kompetensi
Rabu, 15 Juli 2026 18:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat infrastruktur sumber daya manusia (SDM) industri melalui penyelenggaraan Pelatihan Asesor Kompetensi guna memperluas ketersediaan asesor di berbagai sektor industri serta mendukung peningkatan daya saing manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tenaga kerja yang kompeten menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan industri nasional di tengah perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global.
"Tenaga kerja kompeten menjadi kunci pertumbuhan industri nasional. Pemerintah terus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu bersaing secara global," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/7/2027)
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM industri menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan kompetensi (skills gap) antara lulusan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dan sektor industri melalui sistem sertifikasi kompetensi.
Doddy Rahadi
Baca juga : S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan penguatan SDM industri harus ditopang oleh infrastruktur kompetensi yang memadai agar proses sertifikasi berjalan efektif dan sesuai kebutuhan industri.
Ia menjelaskan BPSDMI terus membangun ekosistem kompetensi yang terintegrasi melalui penyediaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), peningkatan jumlah asesor kompetensi, hingga penyediaan Tempat Uji Kompetensi (TUK).
"Kementerian Perindustrian, khususnya BPSDMI, secara konsisten menyiapkan program pembangunan infrastruktur kompetensi yang dibutuhkan sektor industri. Infrastruktur kompetensi yang kuat meliputi ketersediaan SKKNI, LSP, asesor kompetensi, serta Tempat Uji Kompetensi," ujar Doddy.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi untuk mendukung penyediaan asesor pada berbagai skema sertifikasi yang dimiliki LSP sektor industri. Program ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi asesor yang masa berlaku sertifikatnya perlu diperbarui.
Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, Biru Tsabita Kembangkan Usaha Tas & Dompet Wanita
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Kemenperin Ronggolawe Sahuri mengatakan asesor kompetensi memegang peran penting dalam menjaga kualitas sistem sertifikasi profesi di Indonesia.
"Menjadi asesor kompetensi merupakan tugas yang mulia karena harus memastikan kompetensi seorang peserta uji. Profesionalisme dan kejujuran menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan rekomendasi apakah seseorang telah kompeten atau belum kompeten untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu," katanya.
Asesor kompetensi bertugas melaksanakan uji kompetensi terhadap tenaga kerja untuk menentukan kelayakan memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas kompetensi tenaga kerja sekaligus meningkatkan daya saing dan peluang karier pekerja.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Asesor Kompetensi yang digelar pada 21-24 Juni 2026 di Jakarta diikuti 19 peserta, mayoritas berasal dari LSP sektor tekstil. Kegiatan itu juga diikuti perwakilan dari LSP LAS, LSP Logam Mesin Indonesia, dan LSP Teknik Pendingin Tata Udara.
Baca juga : Perkuat SDM Industri, TMMIN Donasikan Mesin Toyota Ke SMK Lombok
Melalui peningkatan jumlah dan kualitas asesor kompetensi, Kemenperin optimistis sistem sertifikasi kompetensi nasional akan semakin kuat sehingga mampu mendukung produktivitas, daya saing, serta transformasi industri Indonesia menuju sektor manufaktur yang maju dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya