BREAKING NEWS
 

Demi Perdamaian Di Semenanjung Korea

China Vs AS Memanas, Korsel Diminta Netral

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 22 Agustus 2026 06:10 WIB
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Wi Sung Lac (kanan) berjabat tangan dengan Wang Yi, Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Pusat Partai Komunis China sekaligus Menteri Luar Negeri, Kamis (20/8/2026). Foto: Cheong Wa Dae via Herald Business.

 Sebelumnya 
Latihan militer gabungan Korsel dan AS, Ulchi Freedom Shield (UFS), yang semula dijadwalkan pada 17–27 Agustus 2026, dipangkas dan berakhir pada 21 Agustus 2026 atas permintaan Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan Wang Yi muncul setelah Trump pada 19 Agustus lalu mengumumkan rencananya bertemu Pemimpin Korut Kim Jong-un pada akhir 2026. Presiden ke-47 AS itu juga menyebut Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir.

Di saat bersamaan, Trump juga memerintahkan Departemen Perang (Pentagon) untuk mempersingkat latihan militer gabungan AS-Korsel. Alasan Trump, demi menjaga hubungan baik dengan Kim Jong-un.

Baca juga : Cinta Laura, Nikmati Menua

Namun, AS masih mempertahankan sikap resminya menuntut denuklirisasi Korut. Tuntutan tersebut selama ini konsisten ditolak Pyongyang.

Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Korsel Lee Jae Myung, Wang Yi juga mendesak Seoul menerapkan kebijakan yang bersahabat terhadap China.

Dia menilai, hubungan China-Korsel telah pulih sepenuhnya dan menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026.

Baca juga : Kunjungi Korban Gempa NTT, Gibran Boyong Mahasiswa UI

“Kebijakan yang rasional, pragmatis dan positif terhadap China sepenuhnya sejalan dengan kepentingan Korea Selatan serta tren perkembangan zaman,” tegas Wang Yi.

China juga meminta perundingan tahap kedua mengenai perjanjian perdagangan bebas dengan Korsel segera diselesaikan.

Beijing ingin kedua negara mendorong integrasi ekonomi kawasan di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global dan gelombang proteksionisme perdagangan.

Baca juga : Kita Bisa Kurangi Impor Bawang Putih

Lee Jae Myung menyambut positif perkembangan hubungan bilateral. Dia mengatakan, China dan Korsel telah mencapai hasil nyata menuju pemulihan penuh hubungan kedua negara.

Lee Jae Myung juga berjanji mendukung China sebagai tuan rumah KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026 di Shenzhen. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 22 Agustus 2026 dengan judul "Demi Perdamaian Di Semenanjung Korea China Vs AS Memanas, Korsel Diminta Netral"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense