RM.id Rakyat Merdeka - Generasi muda diaspora Indonesia menjadi sorotan dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Ottawa, Kanada. Mereka mengguncang Panggung Merdeka & Bazaar yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Minggu (30/8/2026).
Para anak muda ini beraksi di berbagai pertunjukan seni. Meliputi Tari Saman, gamelan Bali, Tari Topeng Keras, kolintang, Tari Anging Mammiri, angklung, Tari Zapin, Tari Pendet, Tari Giring-Giring, band Keroncong asal Montreal, hingga band HRPMKLM KBRI Ottawa.
“Berbagai penampilan hari ini, sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Ini yang perlu kita pertahankan bersama,” ujar Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab dikutip dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).
Tari Saman merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang mendapat pengakuan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Tarian yang berasal dari masyarakat Gayo di dataran tinggi Aceh itu, ditetapkan pada 2011 dalam daftar Warisan Budaya Takbenda yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding).
Baca juga : The Antheia Project Rayakan Kemerdekaan Bersama Anak Yatim di Kepulauan Seribu
Tari Saman dikenal dengan gerakan yang serempak dan cepat, disertai tepukan tangan, dada dan paha, serta lantunan syair yang mengandung pesan tentang kebersamaan dan nilai-nilai kehidupan. Dalam tari ini ada 12 anak muda yang dilibatkan.
Sedangkan gamelan ditetapkan pada 2021 dalam daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.
Dalam pertunjukan kali ini, penonton disuguhi gamelan Bali dari grup Semara Winangun yang mayoritas anggotanya merupakan warga negara Kanada.
Sedangkan praktik budaya dan ekspresi yang terkait dengan kolintang di Indonesia, masuk daftar tersebut pada 2024. Angklung lebih dulu mendapat pengakuan UNESCO pada 2010.
Baca juga : Tensi Perang Dagang AS VS Kanada Kembali Panas
“Kehadiran Tari Saman, gamelan, kolintang dan angklung dalam panggung yang digelar di Ottawa menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Indonesia terus diperkenalkan dan diwariskan meski generasi muda tumbuh jauh dari Tanah Air,” jelas Dubes Muhsin.
Acara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, dihadiri lebih dari 500 pengunjung. Mereka terdiri atas masyarakat dan diaspora Indonesia dari Ottawa, Montreal dan sekitarnya, serta warga Kanada.
Sebelum acara dimulai, Dubes Muhsin mengajak seluruh hadirin berdiri sejenak mendoakan saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi bencana. Doa juga dipanjatkan untuk seorang sesepuh masyarakat Indonesia di Kanada yang meninggal.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Muhsin menyampaikan bahwa KBRI Ottawa tengah memasuki tahap akhir pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Penilaian oleh tim dari pusat dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.
Baca juga : Merdeka Fest JICT Perkuat Insan Terminal Pastikan Arus Logistik Terus Berjalan
Dia mengajak masyarakat turut mengawal komitmen pelayanan publik KBRI Ottawa agar tetap aman, nyaman, transparan, akuntabel dan profesional.
Panggung Merdeka & Bazaar menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di KBRI Ottawa. Rangkaian tersebut dimulai pada 8 Agustus 2026 melalui Fun Walk & Games bersama masyarakat Indonesia, dilanjutkan dengan berbagai lomba dan kuis, serta Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026 yang diikuti sekitar 200 peserta.
Kegiatan tersebut berlangsung menjelang momentum penting hubungan bilateral Indonesia dan Kanada. Pada 2027, kedua negara akan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.