Dark/Light Mode

Kebijakan Kurangi Latihan Militer Dengan Korsel Panen Kritik

Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS

Rabu, 19 Agustus 2026 06:30 WIB
Tentara Amerika Serikat dan Korea Selatan selama latihan militer bersama Freedom Shield. Foto: KIM SOO-HYEON/REUTERS
Tentara Amerika Serikat dan Korea Selatan selama latihan militer bersama Freedom Shield. Foto: KIM SOO-HYEON/REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kritikan tajam setelah memerintahkan Pentagon mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan (Korsel). Sejumlah politisi Partai Demokrat dan Republik menuding Trump berlaku konyol.

Pada Minggu (16/8/2026), Trump mengumumkan telah memerintahkan Pentagon mengurangi secara signifikan latihan militer bersama dengan pasukan Korsel. Keputusan tersebut didasarkan pada hubungannya yang sangat baik dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Ditambah lagi, Trump masih kesal dengan sikap Seoul yang tidak mendukung AS dalam perang dengan Iran.

“Saya baru-baru ini bertanya kepada Presiden Korea Selatan, apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam upaya denuklirisasi Republik Islam Iran dan mereka menjawab, ‘Tidak, terima kasih!’” tulis Trump di Truth Social miliknya.

“Kita tidak bisa terus-menerus melindungi semua negara ini. Terutama ketika mereka tidak hadir untuk membantu kita,” imbuh taipan real estate itu.

Baca juga : Perlinsos Rp 500 T Ditebar, Pengusaha Siap Kolaborasi

Usai pengumuman tersebut, Trump mengklaim keputusannya disambut positif Kim Jong-un.

“Kim Jong-un selalu memperlakukan saya dengan penuh hormat. Saya memahaminya. Dia memahami saya,” klaim Trump.

AS dan Korsel tengah menggelar latihan militer bersama Ulchi Freedom Shield, yang dijadwalkan pada 17-27 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan 18.000 tentara Korsel. Latihan ini merupakan agenda rutin musim panas.

Trump menambahkan, sudah terlambat untuk membatalkan latihan militer tersebut, sehingga ia memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi skala latihan tersebut.

Baca juga : RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak

Anggota senior Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat Jack Reed menegaskan, keputusan tersebut konyol dan mencoreng citra Negeri Paman Sam.

“Perintah Presiden Trump mengirim pesan ke masyarakat internasional bahwa Amerika bisa disetir,” ketus Reed, Senin (17/8/2026) dikutip Al Jazeera.

Dia menambahkan, China dan Rusia sedang mengamati betapa mudahnya Presiden AS menelantarkan sekutu-sekutu terdekatnya.

“Mereka akan mencatat perubahan ini,” tandasnya.

Baca juga : Pejabat FIFA Dipecat Usai Kecam Infantino

Latihan militer bersama Korsel merupakan bagian dari kemitraan pertahanan yang telah terjalin selama beberapa dekade antara kedua negara. Termasuk Perjanjian Pertahanan Bersama pada 1953 yang secara efektif menempatkan Seoul di bawah payung keamanan Washington.

Dalam catatan Departemen Luar Negeri AS, kemitraan strategis dengan Korsel sebagai
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.