RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Mongolia untuk Indonesia Enkhtaivan Dashnyam bertemu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito di kantornya di Jakarta, pada 10 September 2026. Kunjungan ini untuk mempromosikan sejarah hubungan Mongolia-Indonesia melalui dokumen arsip dan foto.
Persiapan ini bagian dari program perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Mongolia-Indonesia yang jatuh pada Desember nanti.
“Dalam pertemuan tersebut, kami sepakat memulai persiapan pameran dokumen arsip dan foto yang menampilkan sejarah hubungan bilateral, kunjungan tingkat tinggi, serta tonggak sejarah penting dalam kerja sama kedua negara,” terang Dubes Dashnyam dikutip dari akun Instagram Kedubes Mongolia, Senin (14/9/2026).
Baca juga : Muzani Buka Pameran Arsip Konstitusi, Ungkap Perjalanan Bangsa Sejak Kemerdekaan
Dalam kunjungannya ke gedung ANRI, Dubes yang bertugas sejak November 2024 ini, diajak meninjau fasilitas ANRI serta melihat sejumlah dokumen sejarah pilihan. Termasuk proses restorasi dan pelestarian dokumen yang dilakukan oleh lembaga tersebut.
“Kerja sama kami dengan ANRI dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sejarah persahabatan Mongolia-Indonesia, serta mempererat saling pengertian antara rakyat kedua negara,” tegas Dubes Dashnyam.
Mego Pinandito menyambut baik kunjungan Dubes Dashnyam, serta rencana kolaborasi yang akan dilakukan dalam rangka memperingati tujuh dekade hubungan diplomatik kedua negara.
Baca juga : Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Serahkan Arsip Statis Ke ANRI
Pameran direncanakan akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 21 Desember 2026. Melalui pameran ini, koleksi arsip diharapkan dapat menghadirkan rekam jejak perjalanan hubungan kedua negara sekaligus memperkenalkan nilai sejarah dan diplomasi Indonesia-Mongolia kepada Masyarakat.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia–Mongolia. Khususnya melalui pemanfaatan arsip sebagai sumber pengetahuan, memori kolektif dan sarana diplomasi budaya.
“Kolaborasi pameran arsip juga diharapkan dapat memperkenalkan sejarah hubungan kedua negara, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai perjalanan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Mongolia,” tutup Mego.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.