BREAKING NEWS
 

Kolaborasi The Duke of Edinburgh’s International Award & WCD

Aksi Plogging Ajak Warga Peduli Lingkungan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 24 September 2026 07:20 WIB
World Cleanup Day (WCD) Indonesia yang berlangsung di Universitas Atma Jaya Jakarta, Minggu (20/9/2026) diikuti banyak peserta yang sebagian besar anak-anak muda. (Foto: Dok. WCD)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi jogging seraya memungut sampah (plogging) menjadi pembuka hangat kolaborasi The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia bersama World Cleanup Day (WCD) Indonesia, Minggu (20/9/2026). Momen ini menyatukan berbagai lapisan masyarakat untuk bergerak dari hal kecil di sekeliling mereka.

Momentum ini juga menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan perayaan 70 tahun The Duke of Edinburgh’s International Award dan WCD secara global. Para relawan menyusuri jalan hingga trotoar sepanjang rute dari Stasiun MRT Dukuh Atas hingga kawasan Universitas Atma Jaya Semanggi.

Hasilnya, sebanyak 175,35 kilogram (kg) sampah berhasil terkumpul pagi itu. Mulai dari kantong plastik, bungkus makanan, hingga ribuan puntung rokok yang terselip di sela ubin jalan.

Baca juga : BSMKH Jadi Rumah Edukasi Pengelolaan Sampah

National Leader WCD Indonesia Andy Bahari mengatakan, gerakan ini bertajuk ‘Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah’. Aksi bersih-bersih jalan ini untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Indikator keberhasilan kita tidak hanya sekadar memindahkan masalah dari jalanan ke TPA Bantar Gebang. Tetapi betul-betul menemukan solusi untuk penuntasan masalah sampah secara menyenangkan dan berkelanjutan,” ujar Andy kepada wartawan.

Adsense

Langkah anak-anak muda ini memantik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Agus Rusly menilai, kepedulian yang dipupuk sejak dini menjadi modal utama menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Kepentok Efisiensi Anggaran, Jakarta Tolak Beri Hibah Truk Sampah ke Bogor

“Generasi muda inilah yang memegang peranan penting di masa depan. Jika sejak sekarang mereka sudah aware dan peduli terhadap sampah, maka pada tahun 2045 kelak lingkungan kita bisa bersih dan berkelanjutan,” kata Agus.

Kekhawatiran bahwa sampah hasil kegiatan ini akan berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir pun ditepis. Lewat keterlibatan startup pengelolaan sampah Rekosistem, seluruh material yang terkumpul langsung dipilah untuk masuk ke rantai daur ulang.

“Rekosistem bangga bisa menjadi bagian dari kolaborator di sini untuk memastikan bahwa setelah acara cleanup ini selesai, sampah-sampah yang terkumpul dapat dikelola dengan baik,” tutur Chief Executive Officer (CEO) & Co-Founder Rekosistem Ernest Christian Layman.

Baca juga : Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton/Hari

Secara global, WCD merupakan gerakan aksi bersih serentak yang berawal di Estonia pada 2008. Kini, gerakan tersebut telah meluas hingga melibatkan lebih dari 212 negara di seluruh dunia. Gerakan ini mengusung misi menyatukan masyarakat lintas budaya, agama dan ras untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah.

“Di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kita harus menjaga optimisme, membangun ketangguhan, dan terus mengasah kemampuan. Yang tak kalah penting, kita perlu mengambil peran secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat,” pungkas Dewan Pembina The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia Petty Elliott. [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense