BREAKING NEWS
 

Dubes RI Untuk Kanada Muhsin Syihab Pamer Keindahan Batik Melalui Fashion Show

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 5 Oktober 2026 07:15 WIB
Dubes Muhsin Syihab (ketiga kiri) berfoto bersama tamu undangan yang hadir di perayaan Hari Batik di KBRI Ottawa, Kanada, Jumat (2/10/2026). (Foto: Dok. KBRI Ottawa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aula Caraka Nusantara di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Kanada, dipoles menjadi galeri dan catwalk batik. Dandanan interior yang cantik ini mengundang decak kagum para tamu resepsi bertema Batik: From Indonesia to the World, Jumat (2/10/2026).

Sekitar 150 undangan dari unsur anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN hingga pengusaha setempat, hadir di acara yang diadakan untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Acara ini sekaligus merayakan 17 tahun pengakuan atas batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Alunan gamelan Jawa menyambut kedatangan para tamu yang sebagian di antaranya hadir dalam balutan pakaian batik. Mereka juga dihibur penampilan Angklung “Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS).”

Penampilan musik tradisional tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pendek tentang batik produksi KBRI Ottawa bertajuk Batik: From Indonesia to the World.

Dalam sambutannya, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab menegaskan, akar batik tak terpisahkan dari Indonesia.

“Izinkan saya menyampaikannya secara lugas: Batik adalah Indonesia. Indonesia dalam namanya yang berasal dari bahasa Jawa, dan Indonesia dalam tekniknya, seni malam dan pewarnaan yang tekun, diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad,” papar Dubes Muhsin dikutip dari keterangan tertulis KBRI Ottawa, Sabtu (3/10/2026).

Baca juga : Lestari: Hari Batik Harus Jadi Momentum Sejahterakan Perajin Dan Jaga Regenerasi

Kendati begitu, batik bukan merupakan artefak yang hanya dipajang di museum. “Bagi masyarakat Indonesia, batik menyertai kelahiran, pernikahan, hingga perpisahan. Hadir di sekolah, kantor, dan ruang-ruang pemerintahan,” ungkapnya.

Batik, sambungnya, juga menopang penghidupan hampir dua ratus ribu warga Indonesia di puluhan ribu bengkel kecil dan usaha keluarga, sebagian besar perempuan.

Dubes Muhsin juga mengatakan, batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih. Dia mengingatkan hadirin dan Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien mengenakan batik bersama para pemimpin Asia-Pasifik pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor pada 1994.

Hal serupa juga dilakukan Perdana Menteri Justin Trudeau pada KTT ASEAN di Jakarta pada 2023. “Batik menyampaikan sesuatu yang tak mampu diungkapkan komunike mana pun, bahwa persahabatan dapat dikenakan, tidak hanya dituliskan,” tuturnya.

Menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Kanada pada 2027, Dubes Muhsin mengajak hadirin memaknai filosofi para perajin batik.

Adsense

“Hal-hal yang langgeng dibuat titik demi titik, garis demi garis dengan kesabaran, ketelitian dan komitmen dari kedua belah pihak,” terangnya.

Sebagai tamu kehormatan, Anggota Parlemen Kanada sekaligus Ketua Bersama Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada–Indonesia Sameer Zuberi menilai, peringatan ini penting untuk memperdalam pemahaman publik Kanada tentang Indonesia.

Baca juga : Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

“Batik, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, adalah pintu yang indah untuk mengenal Indonesia. Bukan hanya sebagai mitra ekonomi bagi Kanada, tetapi juga sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa,” ujarnya.

Zuberi juga menggarisbawahi hubungan Kanada–Indonesia yang terus menguat. Termasuk melalui Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA) yang ditandatangani di Ottawa pada 24 September 2025.

“ICA-CEPA membuka babak baru kemitraan kita. Perayaan budaya seperti sore ini memastikan kemitraan tersebut berakar pada saling pengertian antarmasyarakat,” tambahnya.

Kekaguman juga diungkapkan salah satu undangan yang hadir, yaitu istri Duta Besar Kroasia untuk Kanada Helena Skarcic, yang merupakan Ketua Asosiasi Para Pendamping Duta Besar di Kanada.

“Saya sangat terkesan melihat bagaimana anak-anak begitu gembira dan bersenang-senang saat mengenakan batik. Hal yang mengejutkan saya, apa yang semula saya kira sekadar pakaian tradisional biasa ternyata sangat luar biasa dan istimewa untuk dikenakan di berbagai acara,” jelasnya.

Resepsi ditutup dengan peragaan busana batik yang diawali tari kontemporer Indonesia, dibawakan keluarga besar KBRI Ottawa dan diaspora Indonesia.

Bertajuk The Ageless Runway: Batik Across Generations, peragaan dibuka sesi The Living Museum: Timeless Artifact yang menghadirkan sebanyak 12 kain pusaka dalam tiga babak.

Baca juga : Mengenal Batik di Museum Tekstil

Babak pertama membawa hadirin ke keraton Yogyakarta dan Surakarta melalui Udan Liris, Parang Rusak Klitik, Semen bermotif Sawat/Gurda, Sidomukti, dan Peksi Kurung. Sebagian di antara motif itu, penggunaannya pernah diatur keraton pada akhir abad ke-18.

Babak kedua beranjak ke Banyumas melalui Jahean, Semen Sawat polikrom dan Burung Hong, yang merekam perjumpaan batik dengan pengaruh Eropa dan Tionghoa.

Babak ketiga menyusuri pesisir dan pulau-pulau lain: Mega Mendung dari Cirebon, Lunglungan dari Lasem, Tar-poteh Kembang Cengkeh dari tradisi Gentongan Tanjung Bumi, Madura, hingga batik bercorak Asmat dari Papua.

Lintasan generasi kemudian dilanjutkan tiga skuad, anak-anak usia 6–12 tahun, remaja 13–18 tahun dan kaum perempuan yang membuktikan bahwa gaya tak mengenal usia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense