Dark/Light Mode

Asia Fashion Show 2026 Buka Peluang UMKM Indonesia Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 26 Agustus 2026 16:28 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang UMKM Indonesia untuk memperluas pasar ke tingkat regional terbuka melalui Asia Fashion (Indonesia) Show 2026.

Pameran yang mempertemukan pelaku industri fashion dan industri ringan dari China, Indonesia, serta sejumlah negara lainnya itu resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi melalui business matching, pertukaran pengetahuan, hingga penguatan konektivitas rantai pasok industri fashion Indonesia dan China.

Penyelenggaraan tahun ini memiliki skala lebih besar dibandingkan sebelumnya. Pameran menempati area lebih dari 12.000 meter persegi dan diikuti lebih dari 280 peserta dari China, Indonesia, serta sejumlah wilayah lainnya.

Menariknya, lebih dari sepertiga peserta merupakan perusahaan lokal Indonesia. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang kolaborasi antara pelaku industri Indonesia dan China, khususnya di sektor fashion dan industri ringan.

Pameran berfokus pada produk koper, barang berbahan kulit, serta berbagai produk industri ringan bidang fashion. CEO Guangdong Qiya Exhibition Co., Ltd. Yi

Qiang mengatakan, kehadiran pelaku usaha Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama industri antara kedua negara.

“Jadi kali ini kita ke sini bukan hanya bawa industri. Tetapi kita harap distributor sama eceran itu bisa sama-sama kerja sama, antara Indonesia dengan China,” kata Yi seusai membuka Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 di JIEXPO, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Yi, kerja sama yang dibangun tidak semata-mata berorientasi pada ekspor produk China ke Indonesia. Pameran tersebut juga membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk berkolaborasi dalam pengembangan desain, produksi, hingga ekspor.

Baca juga : KKI 2026 Cetak Penjualan Rp 177,21 Miliar, UMKM Jakarta Perkuat Pasar Global

“Jadi kali ini pameran ini bukan hanya dari China untuk mengekspor barang. Terutama itu untuk UMKM lokal, dari desainnya dan ekspornya bisa kerja sama,” ujarnya.

Dia mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha kedua negara dalam mengembangkan perdagangan lintas negara.

“Ada jembatan yang bagus sama-sama terkait ekspor dan impor,” kata Yi.

Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 juga menghadirkan fashion show serta ruang pertukaran pengetahuan mengenai desain, bahan kulit, dan pewarnaan.

Yi mengatakan, kegiatan tersebut penting untuk mempertemukan desainer dan pelaku industri dari kedua negara sehingga dapat terbangun komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Kali ini kita bukan hanya pameran saja, tetapi ada fashion show juga. Ada beberapa desain, dan bahan kulit, dan pewarna untuk saling sharing kerja sama desainer untuk membangun komunikasi,” tuturnya.

Dia berharap, pameran tersebut dapat menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk China dan Indonesia ke pasar ASEAN.

“Semoga kita di pameran Indonesia bisa membuka di pasaran ASEAN. Kali ini kita membuka bisnis di ASEAN dan Indonesia,” ujar Yi.

UMKM Lokal Berpeluang Naik Kelas

Dari sisi pelaku UMKM, kehadiran Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 dinilai menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas akses pasar.

Baca juga : Askrindo Komit Perkuat UMKM Dukung Proyek Strategis Nasional

Ketua Koordinator Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Pusat Witrie Yenni mengatakan kegiatan tersebut memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk naik kelas karena produk mereka dapat diperkenalkan langsung kepada pelaku usaha dan calon mitra dari berbagai negara.

“Iya, ini adalah salah satu peluang yang sangat baik bagi UMKM kita untuk naik level,” kata Witrie.

Menurutnya, produk UMKM yang telah melalui proses kurasi dan memenuhi standar tertentu memiliki peluang untuk dilirik pasar internasional.

“Pada event seperti ini dari berbagai negara Asia juga ikut berkontribusi dan mereka hunting terhadap produk-produk kita yang sudah terkurasi dengan baik dan memenuhi standarisasi internasional,” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, Dekranasda Jakarta Pusat turut membawa sekitar delapan pelaku UMKM dengan produk yang dinilai mampu bersaing dengan peserta lainnya.

Witrie menilai, keikutsertaan UMKM lokal bukan sekadar kesempatan menjual produk, tetapi juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam negeri untuk memenuhi standar pasar global.

“Ini merupakan challenge bagi kami para UMKM dan bagi kami Dekranasda selaku pembina UMKM yang ada di Jakarta Pusat. Ini merupakan peluang untuk kami menaikkan kelas UMKM kami,” katanya.

Meski demikian, dia menilai penguatan UMKM untuk memasuki pasar internasional membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam pembinaan, standardisasi, dan promosi.

“Nah, tentunya kita membutuhkan dukungan binaan dari pemerintah, dari Kementerian UMKM dan jajarannya sampai ke tingkat daerah,” ujar Witrie.

Baca juga : Hilirisasi Sawit Buka Peluang UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor

Dia berharap, terdapat mekanisme yang dapat menjembatani UMKM Indonesia dengan pasar luar negeri sehingga pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi konsumen produk impor.

“Karena kita bukan hanya sebagai pasar, pasar dari internasional, tapi juga kita bisa sebagai pelaku, sebagai pengusaha yang menawarkan produk-produk kita ke luar,” katanya.

Perkuat Rantai Pasok Indonesia-China

Pada penyelenggaraan tahun ini, kerja sama industri juga diperkuat melalui kolaborasi antara klaster industri di wilayah utara dan selatan China.

Dua inisiatif ekonomi dan perdagangan nasional turut diluncurkan, yakni Global Promotion of Yanzhao Premium Products – Indonesia dan Guangdong Brands Global Tour – Premium Guangdong Products Entering ASEAN – Indonesia Station.

Kolaborasi tersebut mempertemukan kekuatan industri dari Baigou, Hebei, dan Shiling, Guangdong. Kapasitas manufaktur China bagian utara dipadukan dengan kekuatan desain dan pengembangan merek dari wilayah selatan China.

Upaya tersebut sekaligus memperluas konektivitas rantai pasok industri fashion dan industri ringan China dengan pasar Indonesia dan ASEAN.

Pembukaan Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 turut dihadiri perwakilan pemerintah dan industri dari kedua negara, di antaranya China Chamber of Commerce for Import and Export of Light Industrial Products and Arts-Crafts, CCPIT Indonesia Representative Office, Hebei CCPIT, Kementerian Perdagangan Indonesia, sektor UMKM, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

Melalui pertemuan pelaku usaha, business matching, fashion show, dan pertukaran industri, pameran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang transaksi tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi jangka panjang bagi industri fashion China dan Indonesia untuk memperluas pasar di ASEAN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.