BREAKING NEWS
 

Kisah Seru Dari Negeri Beruang Merah (2)

Merahnya Red Square, Dahsyatnya Tsar Bomba

Reporter : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Editor : KARTIKA SARI
Rabu, 7 Oktober 2026 07:35 WIB
Miniatur Tsar Bomba (Bom Kaisar) di Museum Atom. Inilah bom nuklir terbesar dalam sejarah manusia yang diledakkan Uni Soviet dalam uji coba pada 30 Oktober 1961. (Foto: Anggowo Adi/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
 

Menyelami Dunia Atom

Jika pagi kami menikmati wajah klasik Moskow, sore harinya suasana berubah total. Rombongan peserta Indonesia bersama delegasi dari 10 negara lainnya bergerak menuju Museum Atom.

Museum yang diresmikan tiga tahun lalu ini, berada di kompleks VDNKh (Exhibition of Achievements of National Economy), kawasan pameran besar di bagian utara Moskow. Bangunannya terdiri dari tujuh lantai. Tiga di antaranya berada di bawah tanah, dengan kedalaman mencapai sekitar 18 meter.

Begitu memasuki museum, kami tiba di lobi seluas sekitar 1.000 meter persegi. Di tengahnya terdapat instalasi seni berbentuk atom setinggi tujuh meter yang menggambarkan struktur atom uranium secara artistik. Kaca panorama setinggi 12 meter membuat bagian dalam museum terasa terbuka dan menyatu dengan kawasan VDNKh di luar.

Baca juga : Periksa 2 Pengusaha, KPK Ungkap Bukti Gratifikasi

Dari lobi, pemandu mengajak kami menelusuri perjalanan panjang proyek atom Soviet. Bukan hanya soal teknologi. Kami diajak melihat sejarah kota-kota nuklir, perkembangan industri atom Rusia, hingga orang-orang yang berada di balik proyek besar tersebut.

Perjalanan dimulai dengan turun ke area bawah tanah menggunakan eskalator. Satu demi satu ruang pamer kami lewati. Ada Soviet Atomic Project, People and Cities, area Diagonal, Time to Dream, ruang konferensi, fasilitas anak, lounge, Newton’s Garden, serta berbagai instalasi dan ruang pamer lainnya.

Setelah menyusuri bagian bawah tanah, perjalanan berlanjut ke atas. Di sana kami menemukan ruang teknologi nuklir modern, komputer kuantum, laboratorium, Atomarium hingga dek observasi.

Namun, dari sekian banyak koleksi, ada satu yang paling menyita perhatian. Yakni, Tsar Bomba atau Bom Kaisar. Inilah bom nuklir terbesar yang pernah dibuat dan diuji umat manusia.

Baca juga : Muhammad Isnur: Pengguna Narkotika Harusnya Direhabilitasi

Proyek pembuatannya membutuhkan waktu sekitar 15 minggu. Bom tersebut kemudian diuji pada 30 Oktober 1961 di sekitar Pulau Novaya Zemlya, Laut Arktik. Bobot Tsar Bomba mencapai 27 ton. Untuk membawanya, digunakan pesawat TU-95, salah satu pesawat pengebom terbesar pada masanya.

Di balik benda raksasa itu tersimpan pesan politik yang tak kalah besar. Pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khrushchev, menyebut langkah tersebut sebagai cara menunjukkan kepada negara-negara Barat bahwa Soviet layak disebut sebagai negara adidaya.

Daya ledak Tsar Bomba bahkan semula direncanakan mencapai 100 megaton TNT (trinitrotoluena). Namun, daya ledaknya kemudian dikurangi karena dikhawatirkan menimbulkan dampak yang terlalu luas terhadap atmosfer.

Dari Red Square hingga Museum Atom, Moskow seperti memperlihatkan dua wajah sekaligus. Di satu sisi, ada Kremlin, Katedral Santo Basil, GUM dan es krim yang membawa nostalgia masa lalu. Di sisi lain, ada teknologi nuklir, komputer kuantum dan Tsar Bomba yang mengingatkan dunia pada ambisi besar Uni Soviet. 

Baca juga : Andreas Hugo Pareira: Rehabilitasi Juga Butuh Infrastruktur & Anggaran

Sehari menyusuri Moskow pun terasa belum cukup. Namun, perjalanan kami masih berlanjut ke kota lain. (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense