Dark/Light Mode

Menkeu Peringati Hari Bea Cukai Ke-80

Perangi Barang Ilegal, Lindungi Perekonomian

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30 WIB
Peringatan Hari Bea Cukai ke-80 di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Selasa (6/10).  (Foto: Dok. Kemenkeu).
Peringatan Hari Bea Cukai ke-80 di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Selasa (6/10). (Foto: Dok. Kemenkeu).

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki usia ke-80 tahun, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memperkuat pengawasan untuk melindungi masyarakat dan perekonomian nasional dari ancaman peredaran barang ilegal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, penindakan terhadap impor ilegal bukan sekadar persoalan kepabeanan.

“Penindakan yang Anda lakukan adalah upaya menyelamatkan ekonomi Indonesia. Penindakan impor ilegal tidak hanya persoalan kepabeanan dan capaian kinerja organisasi saudara. Di dalamnya ada kepentingan masyarakat banyak,” tegas Suahasil saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bea Cukai (HBC) ke-80 Tahun 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, pengawasan ketat perlu difokuskan pada berbagai komoditas ilegal. Mulai dari narkotika dan barang berbahaya hingga sumber daya alam strategis seperti emas dan nikel.

Baca juga : Bongkar & Usut Penipuan Rekrutmen Petugas PJLP

Masuknya barang selundupan, seperti pakaian bekas (ballpress), terbukti merugikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perajin jahit, serta industri tekstil domestik.

Demikian pula dengan peredaran beras ilegal yang dapat merugikan petani dan konsumen dalam negeri.

Selain fungsi pengawasan, DJBC juga memegang peran strategis dalam mengamankan penerimaan negara.

Hingga September 2026, realisasi penerimaan Bea Cukai telah mencapai Rp 240,28 triliun atau setara dengan 71,51 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga : Italia Menang Tanpa Pesona

Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Suahasil mengatakan, dana penerimaan negara tersebut menjadi instrumen penting untuk membiayai pembangunan, meningkatkan layanan publik, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung berbagai program prioritas Pemerintah.

Selain itu, pelayanan kepabeanan diminta terus dioptimalkan melalui pemberian kemudahan, kecepatan, transparansi, serta kepastian hukum bagi para pelaku usaha guna mendongkrak ekspor dan daya saing nasional.

Menghadapi dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, serta kompleksitas perdagangan lintas negara, seluruh pegawai DJBC diimbau terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta pemanfaatan teknologi dan intelijen yang terintegrasi.

Baca juga : Marquez Patahkan Kutukan Mandalika

Dia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan institusi tidak hanya dilihat dari jumlah penindakan yang dilakukan.

Tetapi juga dari konsistensi penegakan aturan dan terjaganya kepercayaan publik.

“Yang kita jaga bukan hanya barang. Yang kita jaga adalah kepercayaan masyarakat kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selamat Hari Bea Cukai yang ke-80,” pungkas Suahasil. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 7 Oktober 2026 dengan judul "Menkeu Peringati Hari Bea Cukai Ke-80 Perangi Barang Ilegal, Lindungi Perekonomian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.