RM.id Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Anggowo Adi berkesempatan mengikuti IV International Fishing Tournament yang digelar Rosatom State Atomic Energy Corporation di Rusia. Bersama dua nelayan asal Ternate, Maluku Utara, perjalanan sepekan itu diwarnai cerita lucu, kejutan budaya, hingga pengalaman pertama menginjakkan kaki di Negeri Beruang Merah. Berikut laporannya.
Nuklir ternyata tidak selalu identik dengan radiasi, ledakan, bencana, bahkan kehancuran. Jika ditata dengan baik dan dikelola secara profesional, energi nuklir juga dapat memberikan dampak ekonomi, energi, hingga lingkungan.
Pandangan itu didapat Rakyat Merdeka saat meninjau langsung Kalinin Nuclear Power Plant (NPP), Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar Rusia yang terletak di Udomlya, Wilayah Tver, Senin (28/9/2026).
Sekitar 200 kilometer di barat laut Moskow, empat menara pendingin raksasa menjulang tinggi membelah langit kota kecil Udomlya. Bangunan masif itu adalah PLTN Kalinin, salah satu fasilitas energi atom terbesar di Rusia.
PLTN ini memiliki posisi penting dalam sistem kelistrikan Tver. Kalinin menyumbang sekitar 82 persen produksi listrik di Tver Oblast, sekitar 14 persen di Central Federal District, serta sekitar 15 persen produksi listrik Rosenergoatom. Data Rosatom juga menyebutkan, Kalinin memiliki empat unit pembangkit dengan reaktor VVER-1000, masing-masing berkapasitas 1.000 Mega Watt (MW), sehingga total kapasitas terpasangnya mencapai 4.000 MW.
Rakyat Merdeka bersama jurnalis BeritaSatu dan dua pemancing asal Maluku Utara, ikut bergabung dengan 20 pemancing serta 26 jurnalis dan perwakilan komunitas ahli dari 11 negara mitra Rosatom, perusahaan negara nuklir Rusia, dalam Turnamen Memancing Internasional IV di Danau Udomlya pada 29 September lalu.
Sehari sebelum lomba itulah, kami mengunjungi Kalinin NPP. Sore itu, empat menara pendingin beton setinggi sekitar 150 meter tampak menjulang megah, menghembuskan uap air putih ke langit di tepi Danau Udomlya.
Baca juga : Siapkan Pemanggilan Ulang, Ketua KPK Minta Nusron Penuhi Panggilan Kedua
Pengalaman menyusuri PLTN Kalinin dimulai dari Pos Pemeriksaan Utama (KPP). Setiap pengunjung wajib menanggalkan seluruh barang pribadi dan melewati pemindaian biometrik serta pemeriksaan paspor. Banyak jurnalis kecewa karena tidak bisa membawa masuk ponsel, kamera, dan barang elektronik lainnya.
Setelah lolos verifikasi, kami diarahkan ke lorong ruang ganti khusus. Di sini, pakaian harian ditukar dengan sanitary clothing berupa setelan khusus dan helm. Kami juga dibekali dosimeter, alat pemantau dosis radiasi digital yang terpasang di dada.
Selanjutnya, kami naik-turun tangga, menyusuri lorong-lorong, pipa, kabel, perangkat kendali, instalasi teknis, dan bangunan berukuran besar. Bagi orang awam, semuanya terkesan rumit. Namun, setiap bagian memiliki fungsi dalam satu rangkaian besar: mengubah energi panas dari reaksi nuklir menjadi listrik.
Satu per satu, kami diperlihatkan ruang kendali blok Unit 3 dan Unit 4, area mesin atau turbin, serta menara pendingin. Kami juga mendapat kesempatan berdialog dengan para insinyur Kalinin NPP.
Siluet Raksasa
Kalinin NPP terdiri atas empat unit pembangkit. Setiap unit menggunakan reaktor VVER-1000 dengan kapasitas 1.000 megawatt (MW). Artinya, secara sederhana, terdapat empat rangkaian pembangkitan listrik dengan kapasitas keseluruhan 4.000 MW.
Di balik setiap unit, terdapat rangkaian peralatan utama yang mengubah energi panas menjadi energi listrik. Panas dari proses fisi nuklir digunakan dalam sistem pembangkitan uap. Uap tersebut kemudian menggerakkan turbin. Turbin memutar generator yang menghasilkan listrik, sebelum energi tersebut disalurkan melalui jaringan transmisi menuju pusat-pusat konsumsi.
Kalinin memiliki empat turbin utama, satu untuk masing-masing unit pembangkit. Selain turbin, ada struktur lain yang langsung mencuri perhatian: empat menara pendingin.
Baca juga : Feriyansyah: Perlu Adanya Penjagaan Norma & Etik Akademik
Menara-menara tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan panas pembangkit. Itu pula yang membuat keberadaan Kalinin tidak terlepas dari Danau Udomlya dan Danau Pesvo. Sistem hidroteknik serta fasilitas pendinginan menjadi bagian yang terus diawasi. Siluet beton raksasa Kalinin begitu mudah dikenali dari kawasan sekitarnya.
Perjalanan kami berlanjut ke Main Control Room. Di hadapan operator terdapat panel-panel sistem informasi dan kendali yang digunakan untuk memantau berbagai parameter operasi unit.
“Pembangkit beroperasi terus-menerus. Karena itu, personel operasional bekerja dalam sistem shift. Sejauh ini belum pernah ada hal darurat sih,” jelas seorang petugas.
Usai melakukan sesi foto di dalam ruangan turbin raksasa sepanjang ratusan meter, perjalanan kami tiba di Press Center. Di sana, Chief Engineer Kalinin NPP Ruslan Alyev, Deputy Director for Human Resources Kalinin NPP Oleg Lebedev, dan Deputy Chief Engineer for Safety and Reliability Kalinin NPP Evgeny Soloviev menyambut rombongan, lalu berinteraksi dengan para jurnalis.
“Bagi PLTN Kalinin, ini kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menerima kunjungan ini. Perwakilan dari banyak negara datang untuk mengenal pekerjaan pembangkit kami, memastikan keamanan teknologi. Serta mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan perlindungan lingkungan yang dilakukan perusahaan,” terang Alyev.
Saya sempat menanyakan perkembangan penjajakan kerja sama nuklir antara Rosatom dan Indonesia. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Jenderal Rosatom Corporation Alexey Likhachev di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.
“Maaf, hal ini tidak bisa kami jawab,” respons Alyev singkat.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Hasil Ini Menunjukkan Kampus Sedang “Sakit”
Namun, dia menilai, PLTN sangat mungkin dibangun di Indonesia, meski rawan gempa dan bencana alam lainnya. Syaratnya, desain keselamatan pembangkit memperhitungkan skenario gempa tertentu.
“(Tempat) pendirian PLTN dipilih oleh Rosatom,” tandas Alyev.
Ciptakan Lapangan Kerja
Ada hal menarik lainnya. Selain memasok energi ke seantero Rusia, PLTN Kalinin menjadi tulang punggung Udomlya, “kota balalaika” yang hanya berpenduduk sekitar 28 ribu jiwa.
Menurut data Rosatom, Kalinin NPP bersama perusahaan kontraktornya menyediakan pekerjaan bagi sekitar 30 persen penduduk usia kerja di Distrik Udomlya. Rosatom juga menyebut kontribusi Kalinin terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Udomlya sebagai bagian penting dari aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.
Program CSR (Corporate Social Responsibility) juga mencakup pendidikan, kesehatan, jalan, fasilitas kota, budaya, olahraga, lingkungan, hingga perencanaan masa depan kota.
Saya jadi teringat game dan film Resident Evil. Raccoon City berubah menjadi neraka setelah wabah zombie yang berkaitan dengan eksperimen biologis Umbrella Corporation menyebar. Bedanya, Kalinin NPP justru menyebarkan “wabah” kebahagiaan bagi Udomlya, kota yang disebut Presiden Vladimir Putin sebagai “Kota Tanah Rusia”.
Bukan hanya rumah industri nuklir, Udomlya juga menjadi rumah bagi balalaika, para ilmuwan, dan jejak seni lainnya. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.