RM.id Rakyat Merdeka - Jepang dan Indonesia memperkuat kerja sama strategis di bidang maritim dan perikanan melalui berbagai pilar utama yang mencakup industri, teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga keamanan laut.
Pada Kamis (15/10/2026) pagi, Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi berkunjung ke kantor Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Rombongan Dubes Atsushi disambut hangat Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano serta Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Pikirkan Nelayan Kecil
Dikutip akun Instagram Kedutaan Besar Jepang, Jumat (16/10/2026), kunjungan itu membahas rencana kerja sama pengembangan kapal perikanan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan berkelanjutan di Indonesia.
“Kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas teknologi penangkapan dan penanganan di atas kapal agar hasil tangkapan berdaya saing di level global,” terang Trenggono dikutip dari akun X dan Facebook pribadinya, Sabtu (17/10/2026).
Kementerian KKP, lanjutnya, juga membuka peluang pengembangan cold chain agar produk perikanan Indonesia, termasuk tuna, dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca juga : Dubes Jepang Ueno Atsushi Bertemu Retno Marsudi, Bahas Isu Air Global
“Insya Allah, penguatan kerja sama perikanan dengan Jepang membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Serta memperkuat hubungan baik dua negara untuk sama-sama berperan dalam rantai pasok perikanan global,” harap Trenggono.
Hal serupa juga disampaikan Dubes Atsushi. “Sebagai sesama negara maritim, Indonesia dan Jepang telah melakukan pertukaran pandangan yang konstruktif dan bermakna mengenai kerja sama di bidang kelautan dan perikanan,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Berdasarkan catatan Kementerian KKP, Jepang mempertimbangkan dukungan Official Development Assistance (ODA) untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan perikanan di Indonesia sebagai pusat pemantauan aktivitas maritim.
Baca juga : Dubes Jepang Ueno Atsushi Gelar Resepsi Pelepasan Delegasi RI Ke Asian Games 2026
Negeri Sakura juga siap membantu pembentukan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Termasuk proyek pembangunan Pasar Ikan Natuna bernilai sekitar 5,6 juta dolar AS (Rp 93,87 miliar dalam kurs, 1 dolar AS = Rp 16.763) di beberapa kota pesisir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.