Dark/Light Mode

Indonesia Punya Garis Pantai Terpanjang Kedua, Zulhas: Saatnya Stop Impor Garam

Kamis, 30 Juli 2026 21:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7/2026). Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7/2026). Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mewujudkan swasembada garam. Melalui proyek ini, pemerintah menargetkan ketergantungan terhadap impor garam berakhir sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau pembangunan KSIGN bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Kamis (30/7/2026).

Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia tidak boleh terus bergantung pada garam impor. Karena itu, pemerintah membangun industri garam modern agar nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

"Ini kita jaga bersama. Pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat harus saling mendukung. Memang ini aset negara, tetapi sejatinya aset rakyat. Kalau garam kita produksi sendiri, manfaat ekonominya tinggal di Indonesia dan dinikmati masyarakat," ujar Zulkifli Hasan.

Baca juga : PNM Raih Indonesia Most Trusted Companies Berkat Kepatuhan Tata Kelola

Menurutnya, pembangunan kawasan industri garam merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis.

"Kalau terus impor, nilai ekonominya mengalir ke negara lain. Padahal kita memiliki potensi luar biasa. Sudah saatnya masyarakat pesisir menjadi pelaku utama yang menikmati kekayaan alam Indonesia," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton. Pemerintah memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga produksi garam dapat dimulai pada September 2026.

Saat ini pembangunan KSIGN telah memasuki Tahap II dengan pengembangan lahan seluas 751,32 hektare. Bersama Tahap I, total kawasan yang dibangun mencapai 1.368,25 hektare. Ke depan, kawasan ini berpotensi dikembangkan hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

Baca juga : NasDem Gorontalo Usung Gerakan Bangun Desa, Gobel: Saatnya Kerja, Kurangi Bicara

KSIGN dirancang sebagai kawasan industri garam modern dan terintegrasi dengan target produktivitas mencapai 200 ton per hektare per tahun. Garam yang dihasilkan ditargetkan memiliki kadar natrium klorida (NaCl) hingga 97 persen sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi dalam negeri.

Selain meningkatkan produksi, kawasan tersebut juga diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat agar memiliki keterampilan mengelola industri garam modern.

Salah seorang warga Rote Ndao, Nixon, mengaku optimistis pembangunan KSIGN akan membawa perubahan bagi daerahnya.

"Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," ujarnya.

Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat ESG, Kolaborasi Bening Saguling Raih Kalpataru

Menutup kunjungannya, Zulkifli Hasan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga kawasan industri garam tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.

"Kalau kawasan ini berhasil, bukan hanya Rote yang maju. Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan garamnya, impor bisa terus ditekan, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat pesisir memperoleh manfaat yang nyata," tutupnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan Dandy Satria Iswara, serta para pekerja tambak garam KSIGN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.