BREAKING NEWS
 

Buntut Serangan Houthi, 4 Ribu Jemaah Umrah Telantar di Saudi

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 24 Oktober 2026 08:54 WIB
Jamaah haji mengabadikan momen saat di Masjidil Haram, Makkah, 25 Juni 2022. (Foto: Sophan Wahyudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi berdampak pada perjalanan ribuan jemaah umrah. Sebanyak 4.000 jemaah umrah, yang mayoritas berasal dari India, telantar di Saudi.

Kabar telantarnya jemaah umrah itu disampaikan Presiden All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen (AIMIM) Asaduddin Owaisi. Dalam unggahan di platform X, Owaisi meminta Pemerintah India mendesak Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) untuk mengizinkan maskapai mengoperasikan pesawat berkapasitas lebih besar guna memulangkan para jemaah umrah yang telantar. 

"Jika opsi tersebut tidak memungkinkan, Pemerintah harus mengatur penerbangan khusus," tulis Owaisi melalui platform X, seperti dikutip Thenewindianexpress, Jumat (23/10/2026).

Owaisi menyatakan, para jamaah telantar karena ditinggalkan oleh agen perjalanan mereka. Ia mendesak otoritas India segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada jamaah yang masih menunggu kepulangan.

Dalam unggahannya, Owaisi turut menandai Menteri Luar Negeri Indian S. Jaishankar, Menteri Urusan Minoritas Kiren Rijiju, Menteri Penerbangan Sipil K. Ram Mohan Naidu, dan Sekretaris Luar Negeri Vikram Misri.

Baca juga : Gandeng BPKH Limited, Bumi Aki Ekspansi ke Arab Saudi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India (MEA) Randhir Jaiswal mengatakan, Kedutaan Besar India di Riyadh dan Konsulat Jenderal India di Jeddah telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta operator perjalanan untuk mempercepat kepulangan jamaah yang terdampak.

Jaiswal menyatakan, 3.000 jamaah umrah yang sempat telantar sepekan sebelumnya, telah kembali ke India menggunakan penerbangan khusus. Sementara itu, pengaturan kepulangan bagi jamaah lainnya masih dibahas.

"Kedutaan dan konsulat dengan dukungan para relawan komunitas membantu para jamaah yang terdampak gangguan penerbangan," ujar Jaiswal.

Jemaah Indonesia Aman

Adsense

Untuk jemaah umrah asal Indonesia, dipastikan aman. "Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah, dan semuanya dalam keadaan aman," kata Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Heni membenarkan, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah bandara di Saudi sempat mengganggu operasional penerbangan, terutama di wilayah Riyadh. Meski demikian, operasional penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah telah kembali normal.

Baca juga : Trump Tuduh Houthi Sengaja Naikkan Harga Minyak Dunia

Berdasarkan data yang disampaikan Kemlu, tingkat pembatalan penerbangan di Jeddah dan Madinah mencapai 7 persen. Sedangkan penundaan penerbangan sebesar 11 persen.

Untuk mengantisipasi dampak gangguan, personel Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah disiagakan selama 24 jam di bandara. Mereka bertugas memantau kelancaran penerbangan sekaligus membantu jemaah Indonesia yang terdampak. Kemlu juga memastikan warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang menetap di Saudi, berada dalam kondisi aman.

Untuk menghindari gangguan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah. "Bukan maskapai yang transit," ujar Dahnil, Jumat (23/10/2026).

Dahnil juga meminta jemaah yang sedang berada di Saudi untuk fokus pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Ia mengimbau jemaah tidak melakukan perjalanan wisata ke luar Makkah dan Madinah selama situasi keamanan masih tegang. 

Akibat serangan Houthi, sejumlah maskapai internasional masih menyesuaikan jadwal penerbangan ke Saudi. Emirates membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai menuju Riyadh, Dammam, dan Jeddah. Penerbangan yang terdampak antara lain EK815, EK819, dan EK817 untuk rute Riyadh; EK823, EK827, dan EK821 untuk Dammam; serta EK801, EK805, dan EK803 untuk Jeddah.

Baca juga : PKS Kutuk Serangan Houthi Di Riyadh, Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Etihad Airways juga membatalkan sejumlah penerbangan antara Abu Dhabi dan Dammam, Riyadh, serta Jeddah hingga 24 Oktober. Untuk rute Abu Dhabi-Jeddah, pembatalan mencakup penerbangan EY601 dan EY603 serta penerbangan kembali EY602 dan EY604.

Qatar Airways menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 24 Oktober serta mengurangi frekuensi penerbangan ke Jeddah dari tujuh menjadi empat kali sehari. Oman Air menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 22 Oktober. Sedangkan SalamAir membatalkan layanan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober.

Sejumlah maskapai Eropa turut menyesuaikan jadwal. Air France menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 24 Oktober. Lufthansa Group menangguhkan layanan ke Riyadh hingga 18 November dan ke Dammam hingga 30 November. Sementara itu, KLM membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober. UMM/FAQ

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense