Dark/Light Mode

KBRI Riyadh: 2 WNI Korban Serangan Bandara Tinggalkan RS Di Hari Yang Sama

Rabu, 14 Oktober 2026 06:28 WIB
Kantor KBRI Riyadh di Arab Saudi. (Foto: dok.KBRI Riyadh)
Kantor KBRI Riyadh di Arab Saudi. (Foto: dok.KBRI Riyadh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi mengumumkan, dua WNI mengalami luka ringan dalam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid pada Minggu (11/10/2026).

Informasi tersebut diperoleh secara resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Selasa (13/10/2026).

"Dua WNI tersebut mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama," ungkap KBRI Riyadh dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).

Baca juga : KBRI Riyadh Pastikan Tak Ada WNI Korban Luka Serangan Bandara Arab Saudi

Pada hari yang sama, dalam rangka pelindungan dan memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban dalam serangkaian serangan tersebut, KBRI Riyadh telah kembali mendatangi dua rumah sakit di Riyadh yaitu Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua rumah sakit tersebut, tidak ditemukan adanya korban WNI. 

Sebelumnya, pada Senin (12/10/2026), KBRI Riyadh juga telah mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta informasi mengenai ada atau tidaknya korban WNI dalam serangan Bandara Internasional King Khalid.

Baca juga : Indonesia Kecam Serangan Bandara Arab Saudi, Dukung Solusi Damai Konflik Yaman

Sekadar latar, pada Senin (12/10/2026) pukul 21.00 waktu setempat, Pertahanan Sipil Arab Saudi (Civil Defense) telah mengaktifkan sistem peringatan dini nasional di Riyadh, menyusul adanya potensi ancaman serangan udara.

Pada pukul 21.10 waktu setempat, Otoritas mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu dan status dinyatakan aman kembali. Sementara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh.

Selasa (13/10/2026) pukul 15.03 waktu setempat, mengutip pernyataan Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman Mayor Jenderal Turki Al-Malki, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) melaporkan, tiga pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) telah berhasil dicegat dan dilumpuhkan di utara Riyadh.

Baca juga : Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Korban Luka Lebih Dari 300

Di tengah situasi keamanan tersebut, penutupan Bandara Internasional King Khalid diperpanjang hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 24.00 waktu setempat, berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM), pemberitahuan resmi mengenai informasi yang dapat mempengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.