Dark/Light Mode

Jelang Pemilu Sela Di AS

Trump Tuduh Houthi Sengaja Naikkan Harga Minyak Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 07:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh kelompok pemberontak Houthi di Yaman sengaja meningkatkan serangan ke Arab Saudi untuk menaikkan harga minyak bumi dan gas alam jelang Pemilu sela.

Tudingan ini disampaikan Trump saat menyapa pendukung Partai Republik di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf di Anchorage, Alaska, Selasa (13/10/2026).

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2026), Trump mengatakan, kelompok Houthi bertindak sangat buruk. Dia menyayangkan harga minyak bumi yang melambung pasca serangan Houthi ke Riyadh pekan ini.

Baca juga : Cuma Jawab 3 Wartawan, Sekretaris Pers Baru Trump Gugup Baca Contekan

Namun, taipan real estate itu seolah lupa, harga minyak bumi dan gas alam sudah terlebih dulu naik setelah pasukan AS dan Israel menyerang Iran pada Februari 2026.

“Pasukan AS dapat meningkatkan serangan militer di seluruh Timur Tengah setelah Pemilu sela November nanti,” ancam Trump.

Presiden ke-47 AS itu mengatakan, Houthi kembali meningkatkan kegiatan terornya di Timur Tengah atas perintah Iran.

Baca juga : PKS Kutuk Serangan Houthi Di Riyadh, Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

“Ini langkah bodoh. Menyerang Arab Saudi dan sengaja menaikkan harga minyak jelang Pemilu sela,” kecam Trump.

Keputusan Trump untuk melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel pada Februari lalu telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masalah biaya hidup di AS.

Partai Demokrat berharap dapat memanfaatkan ketidakpopuleran presiden, serta kekecewaan pemilih akibat perang dan kenaikan biaya hidup untuk merebut kendali atas salah satu atau kedua kamar Kongres. Hal ini akan memungkinkan mereka menghalangi agenda legislatif Trump selama sisa masa jabatannya.

Baca juga : Dunia Terancam Krisis Energi

“Saya tidak akan pernah melupakan serangan mereka kepada Saudi. Mereka akan terima akibatnya,” kecam Trump.

Dilansir Al Jazeera pada 3 Oktober 2026, berbagai jajak pendapat menunjukkan hampir 70 persen pemilih di AS menganggap perang AS dan Iran tidak layak dilakukan.

Trump selama ini menepis hasil jajak pendapat yang tidak menguntungkannya dengan menyebut itu palsu. Pasalnya, Trump lebih merujuk pada besarnya massa yang hadir dalam rapat umum partai sebagai bukti popularitasnya. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.